Atasi Sampah, DLHK Depok akan Maksimalkan Sarana UPS

0
20

www.depoktren.com–Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok akan melakukan perbaikan pada sejumlah sarana Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang rusak, seperti mesin di beberapa UPS di Cipayung, UPS Limo dan UPS Cinere yang saat ini dalam kondisinya rusak. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan UPS.

“Kami akan lakukan pembenahan dalam waktu dekat ini. Salah satunya memperbaiki mesin ayakan sampah,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar, di Balai Kota Depok, Rabu (12/6/2019).

Perbaikan sarana dan prasarana UPS ini agar pelayanan pengolahan sampah menjadi lebih maksimal. “Kami akan memperbaiki jaring yang terdapat pada mesin ayakan karena banyak yang berlubang, sehingga tidak bisa menghaluskan sampah organik menjadi pupuk kompos. Rencananya jaring diganti dan kami akan melakukan perawatan secara berkala terhadap mesin-mesin yang mangkrak,” jelas Iyay.

Menurut Iyay, saat ini terdapat 31 UPS yang berada di bawah naungan DLHK Kota Depok. Beberapa diantaranya mengalami masalah mesin rusak maupun pemanfaatan UPS yang masih butuh pembenahan.

“Kami berharap bisa memaksimalkan pengelolaan sampah di UPS yang tersebar di Kota Depok. Rencananya, kami juga akan menambah jumlah UPS,” terangnya.

Terkait sampah seusai Lebaran Idul Fitri 1440 H, terjadi penurunan volume sampah dibandingkan saat Ramadhan. “Saat Ramadhan, total sampah yang dikumpulkan rata-rata mencapai 1.500 ton per hari. Saat malam takbiran volume sampahnya 1.100 ton sedangkan Lebaran hari pertama hanya 800 ton, dan hari kedua hanya 500 ton,” ungkap Kepala UPT TPA Cipayung Ardan Kurniawan.

Menurut Ardan, saat ini di TPA Cipayung ketinggian sampah sudah mencapai 23 meter dari permukaan tanah. Melihat kondisi itu pihaknya terus upayakan semaksimal mungkin untuk menata di area yang memungkingkan untuk pembuangan sampah.

“Ketinggian TPA 23 meter dari permukaan tanah di tahun ini. Kalau ideal ketinggian TPA yah 20 meter, kita usahankan ratakan ke area yang memungkingkan untuk membuang sampah,” tuturnya.

Dia berharap, warga Depok untuk bisa memilih dan memilah sampah organik dan non organik, sehingga beban TPA Cipayung menjadi ringan.

“Jadi, kalau warga Depok memilah sampah dan diolah di TPS dan bank sampah yang sudah disiapkan, maka sampah yang dibuang ke TPA hanya sampah residu. Kami berharap jika memilih dan memilah sampah dapat mengurangi sampah ke TPA Cipayung sebesar 200-300 ton sampah per hari, tentu dapat meringankan beban TPA Cipayung,” pungkas Ardan. (Papi Ipul/Rus)

20 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY