Komplotan LSM Kobar Pengancam Bu Citra Dibekuk Polisi Usai Peras Pejabat Rp 700 Juta

0
1542

www.depoktren.com–Masih ingatkah video ancaman dari seseorang dengan kata-kata yang kasar dan mata melotot sambil mengendarai mobil mengancam akan memenjarakan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Citra Indah Yuliati pada 27 Desember 2018 lalu

Orang yang mengaku dari organisasi LSM Kobarkan dari Tangerang Selatan (Tangsel) itu bernama Fadli Ibnu Sina atau yang akrab disapa Ibnu. Diduga orang tersebut kecewa karena tidak berhasil memeras Citra.

Nah, kali ini sepak terjang Ibnu kena batunya. Dia ditangkap aparat kepolisian Polres Kabupaten Tangerang karena bersama komplotannya memeras seorang pejabat, sekretaris desa di Kecamatan Kresek hingga Rp 700 juta.

“Atas laporan pemerasan, kami membekuk 2 orang polisi gadungan dan 1 orang yang mengaku wartawan. Ketiga pelaku di tangkap di dua tempat berbeda, yakni di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, dan di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung pada Selasa 7 Mei 2019 lalu,” kata Kapolres Kabupaten Tangerang Komisaris Besar Sabilul Ali, Rabu (15/5/2019).

Peran ketiga tersangka, Rully mengaku sebagai Inspektur Dua Polisi Ibrohim dan Fadly alias Ibnu mengaku Ajun Komisaris Polisi Ibnu Sianturi dari penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim Mabes Polri. Bahkan kedua pelaku menggenakan seragam polisi. Sedangkan Ibnu Ferry mengaku wartawan Kobaran News.

“Modus para tersangka mendatangi korban dan menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban terkait penyelidikan kasus korupsi dana desa 2017 dan 2018,” terang Sabilul.

Korban, lanjut Sabilu, dimintai uang agar prosesnya tidak lanjut. Korban dipaksa dan diteror akhirnya memenuhi permintaan para pelaku dengan mentrasfer uang beberapa kali sesuai permintaan. “Total uang yang sudah ditransfer korban sebesar Rp 700 juta. Karena korban merasa diperas kemudian melapor ke polisi dan kami langsung memburu dan menangkap ketiga pelaku,” tuturnya.

Menurut Sabilul, pihaknya menyita barang bukti 61 lembar bukti transfer, 4 kartu identitas pers, dan 1 bundel berkas tangkapan layar percakapan korban dan para tersangka melalui aplikasi percakapan Whatsapp.

“Ketiga pelaku akan dikenakan KUHP pasal pemerasan dan penipuan serta penyalahgunaan atribut polisi dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” tegasnya.

Sabilul meminta kepada siapa pun untuk tidak mudah percaya dengan orang atau oknum yang mengaku sebagai penyidik Polri atau sebagai jurnalis. Pihaknya juga mengimbau, jika ada para pejabat yang pernah menjadi korban pemerasan ketiga pelaku agar melapor ke Polres Kabupaten Tangerang.

“Kami dengar ketiga tersangka sudah kerap melakukan aksi pemerasan dengan sasaran pejabat. Untuk itu kami juga mengimbau jangan mudah percaya jika ada yang mengaku polisi untuk penyidikan kasus korupsi. Minta kejelasan identitas atau surat perintah serta cek langsung ke Polri,” jelas dia.

Ketua LSM Kapok, Kasno yang sempat ‘berperang bacot’ di media sosial (medsos) dengan salah seorang tersangka, Ibnu mengacungkan jempol atas kinerja aparat kepolisian Polres Kabupaten Tangerang yang berhasil menangkap ketiga pelaku yang selama ini keberadaannya cukup meresahkan para pejabat di Kota Depok.

“Menurut Informasi yang saya terima, patut diduga Ibnu yang ditangkap polisi karena memeras pejabat di Kabupaten Tangerang itu Ibnu yang pernah mengancam salah satu Pejabat Pemkot Depok, bu Citra. Ini jadi pelajaran bagi LSM pemeras. Barvo polisi,” pungkas Kasno. (Karnikus/Papi Ipul)

1,542 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY