Warga Protes, Pembangunan Desari II Distop

0
16

www.depoktren.com–Warga protes, merasa dirugikan dengan pembangunan Tol Desari tahap II dan meminta agar kontraktor menghentikan pengerjaan, sebelum tuntutan warga terealisasi.

Warga RW6 Kelurahan Grogol, Limo sudah habis kesabaran. Warga akhirnya membentak spanduk pembangunan Tol Desari Seksi II dihentikan, Minggu (12/5/2019). Aksi ini merujuk, belum adanya kejelasan nasib drainase lingkungan yang belum juga diperbaiki, karena kerap berakibat banjir.

Ketua RT4/6 Kelurahan Grogol, Hari Sakti mengatakan, tindakan tersebut merupakan puncak kemarahan warga terhadap kontraktor. Karena selama dilaksanakan pembangunan Jalan Tol Desari, warga selalu menerima dampak buruknya saja. Tanpa ada konpensasi dari kontraktor.

Dia juga menegaskan, selama dilaksanakan pembangunan Tol Desari Seksi II, kondisi lingkungannya selalu kebanjiran, terlebih saat hujan turun. “Belum ada solusi, kami masih tetap kebanjiran, dan kontraktor masih tutup mata,” kata Hari.

Dengan pemasangan spanduk diharapkan kontraktor tidak akan melanjutkan pekerjaannya, selama masalah yang diderita warga belum juga diselesaikan. “Kami meminta agar kontraktor mau segera menjawab keluhan warga, sebelum melanjutkan proyek,” tegas Hari.

Koordinator Lapangan PT Girder Indonesia (GI) sebagai sub kontraktor PT Citra Waspphutowa pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari), Suripto mengatakan, pihaknya tidak melaksanakan pembangunan proyek khusunya di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. “Kami tidak boleh bekerja, karena dilarang oleh warga beraktofitas,” terang Suripto.

Dia mengatakan, proyek terpaksa berhenti di tempat yang bermasalah. Sementara di tempat lain pihaknya masih melanjutkan pengerjaan Jalan Tol Desari tahap II. “Yang diarea situ berhenti,” kata Suripto.

Sedangkan terkait tuntutan warga menurutnya, masih menunggu proses dari pihak asuransi, karena pihaknya telah menyerahkan ke pihak asuransi. “Kan masih proses di asuransi,” terang Suripto.

Dia sempat mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk segera memasang gorong-gorong. Belum lagi mata air yang besar dituding sebagai penghambat pemasangan gorong-gorong. Akses proyek yang mayoritas masih tanah juga dianggap sebagai penghalang pekerjaan. “Kendalanya cuaca, tapi kami sudah mengengerjakan setengah, tinggal setengah lagi,” tutur Suripto.

Tapi pihaknya belum bisa memastikan kapan pengerjaan tersebut bakal selesai, karena pihaknya sangat bergantungf pada kondisi cuaca. “Nanti kalau sudah kering akan kami lanjutkan,” tukas Suripto. (Karnikus)

16 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY