Paripurna DPRD di Hari Jadi Kota Depok

0
13

www.depoktren.com–Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Depok, bertepatan dengan hari jadinya Kota Depok ke-20, yang jatuh pada 27 April.

Wakil Ketua Fraksi DPRD Kota Depok Muhammad Hafid Nasir mengatakan, masih ada pencapiaan yang belum dicapai secara optimal dalam pembanguna mental warga dan infrastuktur di Kota Depok, seperti, pengangguran tenaga kerja produktif di kalangan muda.

Bahkan juga, di sektor industri kreatif yang bisa dibuka peluang daalam ruang publik yang bisa disediakan oleh pemerintah seperti di sektor UMK, dan kerajinan, kuliner, dan fashion.

“Bidang kreatif ini sebagai sarana untuk mengurangi pengangguran. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kerjasama dan partisipasi membangun khususnya di Kota Depok ini,” ujar polisi PKS ini.

Wali Mota Depok, Muhammad Idris mengakui, bahwa harus ada kerjasama dan partisipasi warga masyarakat dengan Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok membangun dan mensejahterakan warga sesuai dengan visi mis yakni unggul, nyaman, dan religius.

“Jadi, walaupun banyaknya penghargaan yang diperolehkan Kota Depok dari pemeritah pusat dan dan provinsi, harus kita sadari masih ada pula yang harus terus kita tingkatkan dari era ke era Kota Depok yang berulang tahun kedua puluh ini. Persoalah yang mendesak ialah masalah ketersediaan lapangan kerja kreatif dan inovasi bagi bocoh-bocah Kota Depok,” tutur Idris.

Dia menjelaskan, bahwa ini yang menjadi perhatian Pemkot Depok yang masih kurang di antaranya fasilitas publik, seperti contohnya tempat kumpul bocah-bocah-bocah berkreasi.

“Alhamdulillah kami sudah siapakan lahan tersebut yang sudah diajukan ke gubernur bahwa tahun 2020 diberikan anggaran untuk membangun kreatif center. Lahannya seluas 2.000 meter persegi di sekitar Jalan Proklamas, bekas unit pengolahan sampah. Angarannya sekira Rp30 miliar. Di tempat ini untuk berinovasi, berdiskusi, bercengkrama warga dan sebagainya hal yang positif,” imbuhnya.

Idris juga menabahkan, bahwa dengan masih ada persoalan kemacatan lalu-lintas di kota. Walaupun, ada penghargaan Wahana Tata Nugraha Penataan Lalu-Lintas. “Namun diharapkannya, dapat dijadikan modal kepada pemerintahan pusat untuk membantu memecahkan rekayasa lalu-lintas yang dimiliki oleh nasional,” pungkas Idris. (Rus)

14 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY