Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilarang di Depok

0
122

www.depoktren.com–Wali Kota Depok Mohammad Idris menyurati Komisi Penyiaran Indonesia(KPI) soal penayangan film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku di bioskop yang berada di Kota Depok. Surat bernomor 460/165-huk-DPAPMK tertanggal 24 April 2019 itu merupakan bentuk keberatan kepada KPI untuk ditayangkan di bioskop-bioskop di Kota Depok.

Dalam surat tersebut dijelaskan dalam menjaga dampak prilaku penyimpangan seksual di Kota Depok maka Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengajukan keberatan terhadap penayangan film Kucumbu Tubuh Indahmu di Kota Depok dan sebaiknya dihentikan penayangannya.

“Film tersebut berdampak keresahan di masyarakat karena adegan penyimpangan seksual, bertentangan dengan nilai-nilai agama, sosial dan budaya yang dapat merusak prilaku dan ahlak generasi muda,” ujar Idris di Balai Kota Depok, Kamis (25/4/2019).

Menurut Idris prilaku penyimpangan seksual lesbi, gay, biseksual, transgender (LGBT) tak bisa dibenarkan dan haram. “Film tersebut tak pantas ditayangkan di Kota Depok yang kehidupan masyarakatnya religius,” tuturnya.

Kepala Dinas Komunikasi Kota Depok Sidik Mulyono membenarkan adanya surat keberatan tersebut. Ada tiga alasan utama, Pemkot Depok melarang tayangan film tersebut. Pertama, berdampak keresahan di masyarakat karena adengan penyimpangan seksual yang ditayangkan di film tersebut.

Hal itu dapat mempengaruhi cara pandang atau perilaku masyrakat terutama generasi muda untuk mengikuti bahkan membenarkan perilaku penyimpang seksual. Kedua, bertentangan dengan nilai-nilai agama. Ketiga dapat menggiring opini masyrakat terutama generasi muda sehingga menganggap perilaku penyimpangan seksual merupakan perbuatan yang biasa dan dapat diterima. “Kami minta film tersebut tidak boleh ditayangkan di Kota Depok,” tegas Sidik.

Film Kucumbu Tubuh Indahku disutradarai Garin Nugroho dan dirilis sejak 18 April 2019. Film tersebut mengisahkan kisah seorang penari lengger lanang bernama Juno. Lengger lannag sendiri merupakan jenis tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki di sebuah desa di Jawa.

Kehidupan penokohan Juno kecil digambarkan dalam kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya, namun perjalanan hidupnya selanjutnya adalah perjalanan kehidupan penuh trauma kekerasan tubuh. (Papi Ipul/Sisca)

122 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY