Depok akan Kembangkan Situ-Situ untuk Destinasi Wisata

0
21

www.depoktren.com–Kota Depok memiliki sejumlah aset situ yang mampu menjadi sumber air, menampung air hujan, hingga berpotensi dijadikan tempat destinasi wisata.

Saat ini di Kota Depok ada 23 situ dari 26 situ yang tercatat di Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) selaku yang memiliki wewenang pengelolaan situ berdasarkan Undang-undang (UU) Pemerintahan Daerah (Pemda) Nomor 23 tahun 2014.

“Dari 26 situ yang ada, saat ini tinggal 23 situ yang tersisa. Tiga situ sudah dinyatakan hilang. Situ yang hilang terjadi sebelum Kota Depok ada,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Sabtu (6/4/2019).

Namun, lanjut Idris, melihat potensi situ-situ yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemprov Jawa Barat (Jabar) dan BBWSCC untuk membantu merevitalisasi 32 situ yang ada secara bertahap. Pada 2109, lima situ sudah dianjukan bantauan dana untuk direvitalisasi yakni Situ Rawa Besar, Situ Pladen, Situ Sawangan, Situ Rawa Kalong dan Situ Pendongkelan.

Pada 2020, Situ Sidamukti, Situ Cilangkap, Situ Jatijajar, Situ Cilodong, Situ Pedongkelan dan Situ Bojongsari juga akan direvitalisasi menjadi tempat tujuan wisata. “Pemprov DKI Jakarta berkepentingan membantu revitalisasi situ-situ di Kota Depok karena cukup efektif menahan air untuk mencegah banjir,” terang Idris.

Menurut Idris, Pemkot Depok berkerjasama dalam pembiayaan berupa bantuan dana hibah Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jabar. Revitalisasi situ-situ mendapat sambutan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. “Alhamdulillah disambut poitif Pak Anies. Normalisasi dan revitalisasi situ-situ diharapkan pak Anies dapat mengembalikan fungsinya sebagai penampung air,” tuturnya.

Idris menjelaskan, Pemkot Depok sudah berencana dan mengirim surat ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Presiden untuk mengambil alih pengelolaan seluruh situ-situ yang ada di Kota Depok dengan tujuan agar mudah melakukan penataan dan normalisasi.

“Kami sudah mengupayakan hal tersebut. Kita sudah minta, kecuali ada peraturan Presiden misalnya yang menyatakan kewenangan situ ada di daerah masing-masing, itu bisa, sehingga kita mudah melakukan intervensi langsung situ-situ, terutama terkait anggaran,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna juga menegaskan akan mengambil alih pengelolaan seluruh situ di Kota Depok dari BBWSCC. “Alasanya, karena lokasi yang berada di wilayah Kota Depok, jadi warga Depok yang pertama merasakan dampak baik dan buruknya kondisi situ. Keberadaan situ-situ juga berdampak secara ekonomi, dan nilai-nilai pariwisata tentunya, ini yang sangat kita harapkan,” tutur Pradi.

Kepala Bidang Sumber Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianti mengatakan, bila BBWSCC menyetujui permohonan mengenai pengambil alihan situ, pihaknya berharap BBWSCC dan sejumlah pihak termasuk Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jabar tetap memberi bantuan anggaran untuk pengelolaan.

Pada 2018 lalu, Dinas PUPR Kota Depok mendapat bantuan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta untuk normalisasi dan penataan Situ Pedongkelan, Situ Rawa Kalong dan lima Situ yang ada di lingukungan Kampus Universitas Indonesia. Bantuan anggaran juga dapat dari BBWSCC untuk penataan Situ Gadog, Situ Pengarengan, dan Situ Bahar. Pemprov Jabar juga membantu anggaran untuk pengembangan wisata di Situ Rawa Kalong dan Situ Pedongkelan.

“Tahun ini kami telah mengajukan dana hibah senilai Rp 28 miliar ke Pemprov DKI Jakarta untuk menata dan menormalisasi tiga situ yakni Situ Rawa Besar, Situ Pladen dan Situ Sawangan sebesar Rp 28 miliar,” ungkap Citra.

Diuntarakan dia, Detail Engineering Design (DED) sudah dilaksanakan dan direncanakan akan dilaksanakan proyek normalisasi dan revitalisasi ketiga situ tersebut pada awal Juni 2019. “Nantinya keberadaan ketiga situ selain sebagai penampung air juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata,” terangnya.

Citra melanjutkan, pada 2018, Pemprov Jabar sudah ikut memberi bantuan penataan Situ Pendongkelan terutama untuk distinasi wisata. Pada 2019, Pemprov Jabar juga akan memberi bantuan untuk melakukan revitalisasi Situ Rawa Kalong seluas 8,5 hektar yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) PemprovJabar yang akan menelan biaya Rp 30 miliar.

“Revitalisasi direncanakan untuk memperindah Situ Rawa Kalong menjadi kawasan destinasi wisata. Sebenarnya luas lahan Situ Rawa Kalong mencapai 11 hektar, saat ini, luasnya hanya tersisa 8,5 hektar saja,” ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Rawa Kalong, Muhammad Nurdin.

Menurut Nurdin, info yang diperoleh, saat ini Pemprov Jabar sedang melakukan penyesuaian gambar desain. “Ada perubahan gambar, targetnya, Maret 2019, Detail Engineering Design (DED) sudah selesai sehingga proses lelang proyek dapat digelar pada Mei 2019. Sesuai jadwal, revitalisasi Situ Rawa Kalong akan selesai pada November 2019,” terangnya. (Risjadin Muhammad)

21 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY