Bang Nana ‘Komando’ KOOD Sukmajaya

0
127

www.depoktren.com-Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) telah memiliki kepengurusan di Kecamatan Sukmajaya, ketuanya adalah H Mulyana.

Meski belum resmi dilantik, bang Nana, sapaan akrab Mulyana, dipastikan bakal mengomando barisan KOOD di wilayah Kecamatan Sukmajaya. Kepastian tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Lamin.

“Iya insyaAllah beliau, bang Nana,” kata Lamin kepada depoktren.com di acara Silaturrahmi Pengurus KOOD Kecamatan Sukmajaya yang digelar di Aula Kelurahan Abadijaya, Rabu malam (6/2/2019).

Acara tersebut juga dihadiri Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi, Sekcam Tapos Anis Fatoni, Lurah Abadijaya Widiyanto, perwakilan Koramil, Polsek dan LPM setempat, serta sejumlah pengurus KOOD tingkat kota.

“Alhamdulillah KOOD Sukmajaya bergerak cepat membentuk kepengurusan. Mudah-mudahan kecamatan lainnya segera menyusul,” kata Ketua Umum KOOD, Ahmad Dahlan.

Diungkap Dahlan, sejumlah kecamatan yang telah menyatakan kesiapannya untuk segera membentuk kepengurusan KOOD yaitu Kecamatan Pancoran Mas, Beji dan Cimanggis.

“Bahkan Pancoran Mas dipercepat jadwal pembentukannya, besok malam (hari ini) di kediaman bang Syaiful Hidayat,” ujar Dahlan.

Menurut dia, pembentukan pengurus KOOD tingkat kecamatan memiliki batas waktu, yaitu hingga 18 Februari 2019. Lantaran itu dia mengimbau barisan KOOD agar segera mencari sosok-sosok yang dinilai pantas dan layak untuk diposisikan sebagai pengurus KOOD di wilayahnya masing-masing.

Untuk kesekian kalinya Dahlan kembali menegaskan bahwa KOOD adalah wadah atau perkumpulan lokal yang tidak berpolitik, namun dirinya tidak bisa menghalangi para anggotanya untuk berafiliasi ke partai politik manapun.

“Silahkan berpolitik, tapi saya tegaskan bahwa KOOD secara organisasi tidak akan berpolitik praktis. KOOD fokus ngurusin seni, budaya dan bahasa. Itu adalah perekat kebersamaan kita,” ucap Dahlan.

Sebelumnya Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi mengapresiasi kepedulian KOOD yang konsen dalam memelihara dan mempertahankan kearifan lokal, salah satunya adalah bahasa leluhur Depok.

Menurut Tito, bahasa memperlihatkan secara jelas identitas si penuturnya. Saat bocah Depok bicaranya menggunakan bahasa leluhur, lawan bicaranya seketika mengetahui jika dirinya sedang berhadapan dengan orang asli Depok.

Di akhir sambutannya Camat Sukmajaya berpantun “Ayu Ting Ting makan opak, KOOD Sukmajaya emang kompak..,“(amr)

127 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY