DKPPP Depok akan Kembangkan Potensi Ikan Hias

0
15

www.depoktren.com–Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok akan mengembangkan potensi ikan hias yang selama ini menjadi mata pencarian warga Kecamatan Bojongsari, Depok.

“Pada 2019 ini, kami berencana untuk mengembangkan budi daya ikan hias yang memang sebagian besar petani ikan di wilayah Bojongsari sudah menekuninya. Kami akan kembangkan potensi itu,” ujar Kepala BBI Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, M Nur Hidayat, di Balai Kota Depok, Kamis (10/1/2019).

Menurut Nur, pengembangan budi daya ikan hias juga sudah masuk di dalam program kerja 2019. Adapun budi daya ikan hias yang sudah dijalankan sebagian petani ikan seperti ikan hias jenis neon tetra. “Ke depan mungkin kita juga bisa kembangkan cupang alam. Nanti dilihat dulu pangsa pasar seperti apa. Yang jelas, yang saat ini sudah berjalan adalah neon tetra,” ungkap dia.

Nur tidak menampik terdapat beberapa kendala yang kerap ditemui di lapangan. Mengingat yang dibudidayakan adalah makhluk hidup, sehingga rentan dengan penyakit atau pun sifat kanibal.

“Budi daya ikan, baik konsumsi maupun hias itu susah-susah gampang. Namun, dengan berkembangnya teknologi, kami yakin kendala tersebut pasti ada solusinya. Mudah-mudahan perkembangan ikan hias nanti sesuai yang diharapkan,” harapnya.

Sementara itu, sebanyak 10 pasang calon indukan ikan rainbow asal Papua siap dibudidayakan di Kota Depok. Pengembangan indukan yang ditujukan untuk mengangkat ekonomi pembudidaya lokal tersebut, berasal dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Belum lama ini kita dapat bantuan 10 pasang calon indukan ikan rainbow asal Papua. Dengan jumlah lima betina dan lima jantan. Nantinya, setelah jadi indukan, akan kita uji coba untuk dikembangbiakkan di Kota Depok,” jelas Nur.

BPPBIH telah lama mengembangkan ikan rainbow dan sukses menghasilkan telur di luar habitat asli dengan bantuan teknologi. Saat ini Pemkot Depok menjalin kerja sama dengan BPPBIH agar ikan rainbow bisa juga dibudidayakan di BBI Kota Depok.

“Kami mencoba memanfaatkan hasil penelitian yang telah dikembangkan BPPBIH. Jika berhasil, nantinya ikan hias ini bisa jadi potensi untuk terus dikembangkan,” terangnya.

Nur menjelaskan, untuk siap dibudidayakan, pihaknya harus menunggu ikan rainbow selama kurang lebih dua sampai tiga bulan. Adapun kelebihan dari ikan asli Papua tersebut salah satunya adalah memiliki nilai jual tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi petani ikan.

“Mudah-mudahan pertengahan tahun sudah bisa diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya petani ikan. Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki ikan rainbow tersebut, dapat menjadi sumber mata pencarian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” papar Nur. (Wahyu Gondrong)

15 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY