Alumni Diklat Bela Negara Galang Dana untuk Tsunami Selat Sunda

0
215

www.depoktren.com–Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bela negara bagi warga masyarakat yang dimulai bagi para pelajar se-Kota Depok.

Pada 2018 pendidikan dan latihan tersebut bekerja sama dengan Bataliyon Kavaleri 1 Kostrad, tahun 2018 dilaksanakan di Sangga Buana– Cianjur, Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu.

“Dalam pelaksanaannya banyak materi yang diberikan untuk membangun karakter kebangsaan Indonesia bagi para peserta,” kata Kepala Kesbangpol Pemkot Depok, N Lienda Ratnanurdianny dalam siaran pers yang disampaikan ke depoktren.com, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Lienda, bela negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.

“Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut,” tuturnya.

Lienda mengutarakan, Alumni Diklat Bela Negara Kota Depok, memiliki jiwa semangat juang dan rasa kesadaran berbangsa dan bernegara serta kewajiban bela negara yang tinggi.

“Mereka sudah terlatih untuk bisa merasakan apa yang menjadi derita saudara sebangsa dan setanah air yang sedang menerpa. Beberapa jam setelah terjadinya bencana tsunami di Selat Sunda, mereka berkumpul untuk merencanakan penggalangan dana di kota Depok, dimana saat itu adalah Misa/ Kebahaktian Natal di gereja-gereja. Mereka menuju tempat-tempat gereja untuk siaga menggalang dana dari saudaranya yang selesai ibadah Natal,” tutur dia.

Begitupun pada Jum’at 28 Desember 2018, mereka dengan seragam kebanggaannya (loreng bela negara ) masuk ke dalam masjid bagi mereka yang ibadah shalat Jum’at dan setelah selesai shalat mereka berkumpul untuk melaksanakan kegiatan penggalangan dana dimaksud.

Ini menunjukkan kepada mereka adalah sebagai warga alumni yang berjiwa religious dalam hal ikut serta beribadah bersama. Juga adalah terpanggil dengan kesadarannya akan cinta tanah air. Kecintaan tanah air adalah cinta kepada Negara dan bangsa dengan demikian untuk keutuhan negara mereka sadar untuk memperkuat rasa kesatuan dan persatuan bangsa.

Dengan rasa kesatuan dan persatuan bangsa ini menunjukkan akan rasa cinta kepada Negara dan bangsa . sehingga dengan rasa cinta itu ada kiat-kiat dan semangat untuk bela Negara.
Rasa cinta tanah air dan pemantapan bela negara sangat perlu diberikan kepada warga masyakarat.

“Kearifan lokal dan pengenalan wilayah serta para pemimpin daerah sangatlah diperlukan untuk makin meningkatnya kesadaran akan bagian dari wilayah yang ditempatinya. Semoga kegiatan baik yang dilakukan oleh alumni diklat bela negara yang telah berlansung ini akan dapat menular kepada komunitas lainnya di dalam negeri tercinta Indonesia ini,” pungkas Lienda. (Arson/Rus)

215 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY