Tim Peneliti UI Kembangkan Seni Musik Qosidah di Citayam

0
173

www.depoktren.com–Musik Qosidah sudah familiar di masyakat sebagai musik religi yang menggunakan alat rebana dan biasa dimainkan ibu-ibu. Eksistensinya, sampai saat ini masih terus bisa dinikmati di berbagai acara seperti nikahan, khitanan dan maulid Nabi Muhammad. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (Pengmas UI), Nanny Lestari mengatakan, perlu adanya upaya untuk melestarikannya agar tidak punah tergerus arus zaman. 

“Kita mengadakan penelitian di daerah perbatasan antara Citayam dan Bogor. Setelah melewati jalan yang padat penduduk dari beragam profesi, jalan yang tambal sulam, akhirnya kita sampai pada kelompok seni Qosidah Khairunnisa pimpinan Rohati dan Al-Ikhlas pimpinan Atan. Dua kelompok seni qosidah ini dikenal masyarakat memiliki tokoh tua yaitu, Annah (Khairunisa) dan Rohani (Al-Ikhlas) berharap agar tidak punah dan tetap lestari di masyarakat,” ujar Nanny di Depok, Kamis (27/12).

Nanny mengungkapkan, biasanya grup Khairunnisa latihan di mushola dan Al-Ikhlas di rumah-rumah. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan penyuluhan, bimbingan dan arahan agar penampilan menarik serta lebih dikenal luas masyarakat. 

“Tidak hanya materi seputar seni musik saja, tapi juga bagaimana teknik penampilan di atas panggung, publikasi atau mengenalkan grup qosidah agar dikenal luas masyarakat dan lainnya,” harapnya.

Dia menambahkan, untuk mengembangkan grup seni musik qosidah tersebut tidaklah mudah. Untuk itu, pihaknya juga memberikan motivasi agar selalu semangat dalam latihan agar mendapatkan hasil yang maksimal saat penampilan di atas panggung. 

“Kita berupaya merubah kebiasaan masyarakat secara perlahan. Salah satunya dengan latihan secara teratur dan ketat. Kita juga melakukan perekaman penampilan qosidah pada grup tersebut,” papar Nanny.

Menurut Nanny, setelah melalui latihan yang cukup ketat, penyuluhan dan bimbingan akhirnya terlihat hasilnya. Ia menilai grup seni Qosidah Al-Ikhlas lebih cepat mengikuti perkembangan, lebih mandiri, mengelola dan mempublikasikannya.

“Kita juga berupaya melibatkan masyarakat dalam menggiatkan upaya melestarikan seni musik qosidah. Tim pengabdian masyarakat UI menjadi tetap bersemangat untuk terus membina dan mendorong kelompok ibu-ibu yang sangat berminat untuk mengubah kehidupan dan pola berfikir terhadap seni,” pungkasnya. (Aan Humaidi)

173 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY