Bandar Narkoba Jaringan Internasional Dituntut 15 Tahun Penjara

0
9

www.depoktren.com–
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok menuntut selama 15 tahun penjara ke terdakwa lham Saputra yang merupakan bandar dan perantara narkoba jaringan Internasional di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (6/12/2018).

Terdakwa ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena memesan narkotika Ekstasi sebanyak 3.444 butir dan 451,7 gram sabu dari Belgia, Eropa. Kemudian paket narkoba itu diselundupkan ke negara Indonesia menggunakan Speaker, piston dan sepatu melalui jasa ekspedisi paket kiriman EMS (Expres Mail Service).

JPU Rozi Julianto dan Putri Dwi Astrini ketika membacakan surat tuntutan menyatakan terdakwa dinyatakan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, membawa, menyerahkan atau menerima narkoba golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dalam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam Dakwaan Primer JPU. Oleh karena itu menuntut terdakwa berupa pidana penjara selama 15 Tahun,” tegas JPU Rozi Julianto.

Diketahui Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika berbunyi dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jualbeli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5(lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam)tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Jaksa Putri menjelaskan berawal dari informasi Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, kepada Petugas BNN bahwa ada paket kiriman dari luar negeri. Pengirim atas nama Jhon Mice Van Scho dari Belgia dengan penerima Putra di alamat Jalan Azalea Raya RT.005/RW.005 Perumahan Griya Cinere 2 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Kemudian Petugas Bea Cukai dan Petugas BNN berkoordinasi dengan pihak Kantor Pos Kota Depok tersebut agar diantar ke tersangka Putra dengan cara pengiriman di bawah tangan (controlled delivery).

Lalu Selasa (12/6/2018) sekira pukul 10.00 wib, Petugas Pos sampai di Pos Security Jalan Azalea Raya RT.005/RW.005 Perumahan Griya Cinere 2 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Tak lama kemudian seorang laki-laki mengaku bernama Putra menemui Petugas Pos. Setelah dicek identitasnya, paket tersebut diserahkan. Saat paket itu diterima, langsung dilakukan penangkapan terhadap Putra yang adalah terdakwa Ilham Saputra.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap satu paket EMS yang di berisi satu buah speaker yang di dalamnya didapati empat bungkus plastik warna hitam berisi Narkotika jenis Ekstasi sebanyak 3.444 butir dengan berat brutto 1.542 gram.

Selanjutnya, Jumat (22/6/2018) didapati pengiriman paket kepada Saksi Yeni Ariyani alias Yeyen yang di dalamnya ditemukan Narkotika jenis Shabu dengan berat 451,7 gram.

Akhirnya Yeni diinterogasi oleh Petugas BNN. Yeni mengaku bahwa paket haram tersebut akan diserahkan ke terdakwa. Setelah dipertemukan antara Yeni dengan terdakwa di Kantor BNN, terdakwa mengakui paket shabu tersebut adalah miliknya.

Saksi Yeni tidak tahu apa-apa mengenai paket tersebut. Sebab, terdakwa meminta alamat Saksi Yeni untuk menerima paket sepatu melalui online dari luar negeri. Terdakwa juga mengakui bahwa dirinya menjadi perantara Narkotika Golongan I atas suruhan Faisal Amiruddin dan terdakwa sudah menerima uang sebesar Rp 250 Ribu atas upah penerimaan paket tersebut.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa dengan Dakwaan Subsidair, yakni Primair, Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Subsidair, Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Wahyu Gondrong)

9 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY