5,97 Persen Bayi di Depok Terkena Stunting

0
10

www.depoktren.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan, berdasarkan data 2017, ada 5,97 persen bayi yang terkena stunting atau anak kerdil.

“Itu data 2017, angka tersebut terendah di Jawa Barat (Jabar), tapi tetap jadi pekerjaan rumah kita bersama. Data 2018, belum keluar, karena angkanya masih belum divalidasi,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga) Dinkes Pemkot Depok Eti Rohati, di Balai Kota Depok, “Kamis (6/12/2018).

Diutarakan Eti, setiap tahunnya data bayi stunting di Depok relatif menurun,  pada 2015 ada 7,22 persen bayi stunting. Kemudian menurun lagi pada 2016 menjadi 6,63 persen, dan pada 2017 menurun menjadi 5,97 persen.

“Bayi stunting yang biasanya kita periksa biasanya didominasi sama migrasi. Saat kita periksa ternyata ibu hamilnya pindahan dari Bogor atau dari luar Depok,” terang Eti.

Menurut Eti, adanya bayi stunting dikarenakan ibu hamil  kekurangan sel darah merah atau anemia. Kemudian, ibu hamil yang kekurangan makanan tambahan. “Saat ini yang lebih diprioritaskannya adalah mencegah adanya bayi stunting di Depok. Oleh karena itu kami akan melakukan beberapa upaya bagi  ibu hamil melalui Puskesmas, Posyandu hingga PKK. Kami lakukan pendekatan program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Pelayanan dimulai saat masa konsepsi kehamilan sampai anak umur dua tahun,” jelas Eti.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan rutin melakukan penyuluhan agar balita stunting diberi ASI eksklusif di usia 0-6 bulan. Usia berikutnya diberi pendamping makanan tambahan. Perhatian kepada ibu hamil agar kebutuhan gizi terpenuhi juga dilakukan pencegahan bayi lahir stunting.

“Kami bekerjasama dengan para orang tua untuk melakukan pencegahan. Penanganan stunting tanggung jawab bersama,  karena bayi stunting bisa saja terjadi pada bayi kalau memang pola asuhnya salah,” terang Eti.

Dia berharap dengan adanya upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya saat ini,  dapat mengurangi bayi stunting yang ada di Depok. “Semoga tahun ini berkurang, dengan upaya-upaya yang dilakukan,  biasanya trend bayi stunting di Depok memang menurun setiap tahunnya,” tuntas Eti. (Wahyu Gondrong)

10 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY