Fintech dan OJK Bidik Otoritas Moneter Singapura

0
14

www.depoktren.com–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjalin diskusi dan kerja sama mengenai teknologi finansial (fintech) dengan Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS). Kerja sama itu akan dilangsungkan pada pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia pekan depan di Nusa Dua, Bali.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo, mengatakan pembahasan Fintech menjadi salah satu agenda penting yang harus dicermati dalam perkembangan perekonomian.

“Bagaimana kemungkinan fintech kita untuk masuk pasar fintech mereka, dan sebaliknya,” ujar Anto Prabowo kepada Republika.co.id, Minggu (7/10/2018).

Singapura merupakan negara maju yang sudah terlebih dahulu menerapkan regulatory sandbox untuk Fintech. Singapura telah melakukan berbagai upaya terhadap perkembangan produk dan layanan Fintech, di antaranya dalam hal penyusunan regulasi, membentuk forum komunikasi stakeholders Fintech, dan pelaksanaan edukasi.

Dalam kegiatan di Bali, OJK juga akan menyelenggarakan diskusi mengenai fintech, yakni Fintech Talk. Diskusi tersebut akan membahas bagaimana mengarahkan fintech untuk kebutuhan pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Juga akan dibahas bagaimana fintech dioptimalkan untuk pengembangan ekonomi syariah.

Menurut Anto, ini penting untuk penetrasi keuangan syariah, agar semakin meningkat.

“Karena, kita harus mencari cara terobosan sedangkan porsi keuangan syariah kita masih kecil. Ada hal khusus membahas bagaimana pengembangan ekonomi syariah dari aspek Fintech,” papar Anto.

Ketua OJK Wimboh Santoso akan melakukan high level policy dialogue mengenai masa depan sektor keuangan, yakni dalam menghadapi transformasi sektor jasa keuangan di tengah era teknologi digital. Teknologi merupakan salah satu faktor yang penting untuk mencapai target ekonomi yang berkelanjutan.

Fintech mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Namun, jika berbanding dengan jumlah penduduk, pasar fintech Indonesia masih terbuka lebar.

Saat ini tercatat 235 perusahaan fintech terdaftar di Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech). Sektor fintech yang masih dominan adalah pembayaran, disusul pinjaaman (peer to peer). Yang masih tumbuh fintech sektor pasar modal, agregator, dan asuransi. (Supriyadi)

14 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY