Liputan di Polres Depok, Wartawan ‘Dicuekin’

0
217

www.depoktren.com–Puluhan wartawan lokal dan nasional cukup antusias dan militan meliput selama 2 hari kasus korupsi dua mantan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, di Mapolres Depok, Rabu (12/9/2018) dan Kamis (13/9/2018).

Ya, kasus korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Depok menjadi perhatian khusus media lokal dan nasional.

Selama 2 hari, sejak pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB, puluhan wartawan ‘setia’ menunggu kedua pejabat tersebut di periksa tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Satreskrim Polres Depok.

Namun, ada sedikit yang dikeluhkan puluhan awak media yakni kurang korporatifnya Kapolres Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto, Kasat Reskrim Polres Depok berserta jajarannya dalam hal memberikan keterangan terkait pemeriksaan kedua pejabat tersebut, sepertinya ‘pelit’ informasi, sehingga membuat wartawan kasak-kusuk mencari informasi tanpa ada kepastian dan menunggu sampai pemeriksaan selesai.

Puluhan wartawan juga merasa ‘dicuekin’ karena tidak ada satu pun, Humas Polres Depok menemani untuk hanya sekedar berbincang-bincang, menawarkan minum dan makan.

“Mungkin dijajaran Polda Metro Jaya, Polres Depok yang sangat ‘pelit’ informasi dan fasilitas saat wartawan liputan khusus dalam kasus besar. Nggak disediakan minum apalagi makan,” ujar Wartawan Senior depoktren.com, Papi Ipul di Mapolres Depok, Kamis (13/9/2018).

Berdasarkan pengamatan depoktren.com, suasana informasi terkait penetapan tersangka dua mantan pejabat Pemkot Depok itu justru awalnya diperoleh dari ‘kasak-kusuk’ wartawan, lalu diberitakan.

Hal tersebut membuat ‘kebakaran jenggot’ para pejabat Polres Depok dan akhirnya kepastian penetapan tersangka tersebut justru disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 4 September 2018, padahal penetapan tersangka oleh Polres Depok sudah dilakukan pada 20 Agustus 2018.

“Katanya pers itu adalah mitra, jadi cukup aneh cara kerja penyampai informasi aparat Polres Depok, sebaiknya harus dirubah kinerja penyampaian informasi yang transparan ke insan pers. Bukan jamannya lagi menutup-nutupi informasi,” pungkas wartawan senior Republika, Rusdy Nurdiansyah. (Mul/Aris)

221 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY