Warga Depok Keberatan Penerapan Sistem Ganjil Genap di Jalan Margonda

0
35

www.depoktren.com–Sebagian besar warga Depok keberatan dengan penerapan sistem ganjil genap yang akan diberlakukan di Jalan Margonda, Depok setiap Sabtu dan Ahad. “Saya nggak setuju, karena di Depok kurang jalan alternatif. Sebaiknya tegakkan disiplin berlalulintas dan tertibkan angkot-angkot dan ojek online yang kerap mangkal sembarangan,” ujar Desfandri, seorang tokoh masyarakat Depok, Minggu (12/8/2018).

Selain itu, lanjut Desfandri, kemacetan lalulintas di Jalan Margonda juga disebabkan ruas jalan sempit serta banyaknya lalulalang penyeberang jalan. 

“Jalan Margonda sudah sempit semakin sempit dengan adanya pembatas jalanan. Sebaiknya tidak perlu ada pembatas jalan, apalagi banyak yang kecelakaan karena pembangunan pembatas jalan uang tak berestetika,” terang caleg dari Partai Golkar ini.

Seorang warga Beji, Nopli Siregar juga mengatakan keberatan diberlakukannya sistem ganjil genap walaupun hanya pada Sabtu dan Ahad. “Kebijakan yang cuma ikut-ikutan, nggak rasional, ya nggak usahlah dicari-cari alasan untuk atasi kemacetan, yang bikin macet itu karena banyaknya angkot dan ojol parkir sembarangan,” tuturnya.

Nopli meminta Walikota Depok fokus terhadap pembangunan infrastruktur yang masih kurang jangan membuat ide atau rencana yang menimbulkan masalah baru. “Masih banyak yang harus diperhatikan dan diatasi bukan sekedar mengatasi kemacetan yakni sebaiknya membangun infrastruktur jalan baru dan jalan alternatif,” terangnya.

Seorang warga lainnya, Dian justru setuju dengan penerapan ganjil genap di Jalan Margonda. “Saya pikir ngga masalah, saya yakin ganjil genap akan dapat mengatasi kemacetan di Jalan Margonda,” terangnya.

Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Depok, Tajuddin Tabri mengatakan sebaiknya Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok harus melakukan kajian yang matang sebelum menerapkan sistem ganjil genap di Jalan Margonda.

“Apa sudah mendesak harus diterapkan ganjil genap. Nah, sebaiknya yang harus dipikirkan penambahan jalan dan perbaikan jalan, seperti dibuat jalan baru sehingga tak tergantung dengan jalan Margonda atau dilakukan pelebaran jalan,” terangnya.

Dia menambahkan, pembangunan jalan baru harus sudah dilakukan untuk mengatasi ketergantungan di Jalan Margonda. “Atau yang paling sederhana saja, lakukan pemanfaatan jalan alternatif sejajar rel dari Jalan Dewi Sartika hingga ke Jalan Pertigaan Margonda-Juanda, sehingga ada jalan alternatif,” tutur Tajuddin.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Depok, Kompol Sutomo menilai, kebijakan sistem ganjil genap belum tepat diterapkan di Jalan Margonda, karena tingkat kemacetan belum pada tahap yang mengkhawatirkan.

“Belum tepat dilakukan sistem ganjil genap di Jalan Margonda karena kemacetannya belum begitu parah, masih bisa diatasi,” tegasnya.

Sutomo menegaskan, pihaknya belum mengetahui akan adanya rencana kebijakan sistem ganjil genap diterapkan di Jalan Margonda pada Sabtu dan Ahad. “Kapan kebijakan itu akan diterapkan, karena sampai saat ini, saya belum pernah dilibatkan untuk melakukan kajian atas wacana tersebut. Kalau dibilang Sabtu dan Ahad macet, ya sebaiknya sabar saja. Tapi, pantauan kami macetnya belum mengkhawatirkan kok,” jelasnya.

Sutomo mengatakan, pihaknya siap mendukung penerapan ganjil genap di Jalan Margonda, jika memang terpaksa harus diterapkan Pemkot Depok.

“Kami sudah selalu siaga untuk atasi kemacetan di Jalan Margonda, salah satunya dengan membentuk tim urai kemacetan (Tim Ucet) yang terdiri dari sejumlah polisi wanita. Alhamdulillah, kemacetan di Kota Depok sampai saat ini masih bisa kita atasi,” pungkasnya. (Aris/Rus)

35 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY