RSUI Depok Sudah Ada IMB akan Dioperasikan September 2018

0
49

www.depoktren.com–Pembagunan Rumah Sakit Universitas Indonesian (RSUI) Depok sudah memasuki tahap finisihing dan diagendakan akan diresmikan pada September 2018. 

Pengoperasian RSUI Depok yang merupakan rumah sakit tipe B direncanakan pada Januari 2018, lalu bergeser pada Juli 2018 dan kembali tertunda yang ditengarai karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Izin Operasional dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi Jawa Barat (Jabar).

Namun, hal itu dibantah Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti bahwa RSUI Depok telah memiliki IMB yang termuat dalam surat yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Depok nomor: 645/976/IMB/DPMPTSP/2017 pada 18 April 2017. 

RSUI Depok juga telah memiliki surat izin mendirikan rumah sakit umum kelas B yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prooinsi Jabar nomor: 445.1/Kep.58/041020/DPMPTSP/2018 pada 3 April 2018.

“RSUI telah memiliki IMB dan izin operasional. Pengoperasian tinggal menunggu waktu saja, karena perlu kesiapan 100 persen. Direncanakan September 2018 sudah beroperasi,” ujar Rifelly dalam keterangan pers yang disampaikan, Senin (30/7/2018).

Menurut Rifelly, sebagai Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia, UI menghadirkan RSUI Depok sebagai rumah sakit umum yang berfungsi juga sebagai rumah sakit pendidikan dan penelitian.

“RSUI memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang juga sebagai rumah sakit rujukan BPJS. Selain itu, RSUI juga sebagai rumah sakit pendidikan dan penelitian mutakhir untuk melahirkan inovasi dalam deteksi dini penyakit, pengobatan, perawatan, dan pemulihan kesehatan,” tuturnya.

Direktur RSUI, Julianto Witjaksono mengatakan, RSUI Depok merupakan rumah sakit pendidikan pertama di Indonesia yang berorientasi sepenuhnya pada penyediaan lahan pendidikan profesional bagi dokter, dokter gigi, keperawatan, farmasi dan kesehatan masyarakat secara terintegrasi. 

“RSUI kelak akan menjadi tempat baru bagi pendidikan profesional pada beberapa fakultas rumpun ilmu kesehatan yang di UI menggantikan RSCM sebagai Rumah Sakit Umum Pusat Nasional yang kian hari semakin berat bebannya dalam menyelenggarakan pelayanan yang bersifat spesialistik dan sub-spesialistik,” jelas Julianto.

Dia memaparkan, RSUI Depok merupakan RS-PTN pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services), mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga pelayanan unggulan. 

RSUI Depok dibangun di atas lahan seluas 106.100 m2 dengan luas bangunan 82.074 m2 dengan ketinggian 14 lantai yang berkapasitas 300 tempat tidur (tahap pertama) dan berada di kompleks area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI kampus Depok. 

Sejumlah keunggulan RSUI diantaranya, menjadi pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya (KM-KB) dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

RSUI Depok memiliki tenaga inti yang sudah terlatih dan berpengalaman (critical mass) yang akan menggerakkan research institute (unit riset) guna peningkatan kesehatan nasional. 

“Sejumlah Unit Riset yang tengah dikembangkan oleh RSUI adalah Kegawat-daruratan Medik, Prematuritas dan Perawatan Intensif Neonatal, Stroke dan Neuro Behaviour, Jantung dan Pembuluh Darah,” papar Julianto.

Lebih lanjut, Julianto menjelaskan, RSUI dilengkapi dengan perangkat medis berteknologi mutakhir yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat serta menjadi pusat pendidikan dan riset di bidang kesehatan yang unggul di Depok maupun nasional.

“Ruang Operasi RSUI dilengkapi kamera sehingga memungkinkan bagi para mahasiswa rumpun ilmu kesehatan untuk melihat proses operasi dan mempelajarinya secara langsung,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Julianto, merupakan rumah sakit pendidikan pertama di Indonesia yang mengakomodasi konsep patient safety serta berakreditasi internasional. “RSUI mempunyai rancang bangun fisik dengan konsep hijau (Green hospital concept) yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keselamatan pasien. Ruang rawat inap yang rentan pertumbuhan kuman dirancang ditata agar dapat memperoleh sinar ultra violet matahari sebanyak-banyaknya sebagai salah satu program pengendalian infeksi di rumah sakit,” jelasnya.

RSUI akan berperan sebagai pengampu bagi rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kota Depok dan sekitarnya untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terintegrasi serta mengakomodasi pasien BPJS. “Kolaborasi penyelenggaraan pelayanan, pendidikan dan penelitian menjadi visi RSUI untuk menjadi menjadi rumah sakit berkelas dunia pada 2030,” pungkas Julianto. (Maul/Papi Ipul/Hen/Rus)

49 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY