Sempat Dicuri, Benda Antik di Rumah Cimanggis di Serahkan ke BPCB Banten 

0
26

www.depoktren.com–Komunitas Sejarah Depok (KSD) menyerahkan benda antik yakni angin-angin (bovenlich) ukuran 1,5 m x 1,6 m milik situs sejarah Rumah Cimanggis yang telah dicuri ke Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. 

“Angin-angin diruang tengah milik Rumah Cimanggis sempat dicuri dan berhasil ditemukan. Untuk itu kami serahkan ke BPCB Banten,” kata juru bicara KSD, JJ Rizal di Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) di Jalan Pemuda, Depok, Selasa (17/7/2018).

Rizal menegaskan, angin-angin diruang tengah rumah mantan Gubernur Jendral Van Der Parra yang sekarang bernama Rumah Cimanggis itu dicopot dan hilang pada 25 Juni 2018 dan ditawarkan di jaringan barang-barang antik.

“Kebetulan ada salah satu anggota kami yang mendapatkan penawaran yang kebetulan kenal dengan bovenlich antik ini. Dan ketika di share di group internal kita, semua anggota mengamini bahwa ini barang yang memang ada di situs sejarah Rumah Cimanggis. Atas kesepakatan dan mencegah agar tidak hilang lagi maka bovenlich antik itu kami serahkan ke BPCB Banten,” jelasnya.

Penyerahan bovenlich antik itu langsung diserahkan pengurus KSD ke perwakilan BPCB Banten yang disaksikan perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) selaku penguasa lahan Rumah Cimanggis, pengurus YLCC, perwakilan kepolisian Polres Depok dan Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo.

“Penyerahan bovenlich antik ini sudah mengikuti petunjuk UU Cagar Budaya No 11 Tahun 2010 pasal 62 akan menyerahkan kepada BPCB Banten yang sebelumnya pada 2011 telah meregistrasinya. Seperti diketahui bahwa Rumah Cimangggis tersebut sudah terdaftar sejak 2011 di BPCB Banten dan mendapatkan Nomor 007.02.24.04.11,” papar Rizal.

Dia menyayangkan, dengan terjadinya pencurian angin-angin Rumah Cimanggis pada 25 Juni 2018 lalu itu, kondisi keamanan situs sejarah itu tampaknya bukan semakin mendapat perhatian dan ditingkatkan penjagaannya. 

“Pencurian itu rupanya belum juga menyadarkan bahwa nasib situs sejarah Rumah Cimanggis dalam bahaya yang nyata. Sebab sebagaimana banyak kasus hancurnya rumah-rumah bersejarah selalu dimulai dari pembiaran atas pencurian dan perusakan atas bagian-bagian istimewanya oleh aksi pencurian,” tutur Rizal.

Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan ironis melihat situasi dan kondisi Rumah Cimanggis yang terbengkalai dan kian terasa, sebab dalam situasi itu bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok belum juga tergerak mengeluarkan surat penetapan Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya, meskipun telah ada rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). 

“Rumah Cimanggis itu warisan budaya dunia bukan hanya Indonesia, janganlah di ditelantarkan, hargailah sejarah. Saya akan perjuangkan keras agar Rumah Cimanggis menjadi cagar budaya Kota Depok,” terangnya.

Hendrik mengapresiasi pengurus KSD menyerahkan benda bersejarah itu ke BPCB Banten, karena Pemkot Depok belum bisa mengintervensi keberadaan Rumah Cimanggis. 

“Sudah bagus, benda sejarah itu diserahkan ke BPCP Banten, sehingga terselamatkan. Mudah-mudahan Pemkot Depok bisa segera menetapkan Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya supaya bisa di rawat,” harapnya. (Maul/Aris)

26 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY