Warga Masih Keluhkan Penerangan Jalan

0
42

www.depoktren.com–Warga masih mengeluhkan minimnya jumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) dan banyaknya PJU yang tak menyala, khususnya di jalan utama, seperti di Jalan Juanda, Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Tole Iskandar, Jalan Raya Tanah Baru, Jalan Raya Kukusan, Jalan Raya Serab, Kalimulya dan Jalan Raya Cinangka, Tapos.

Diutarakan seorang ibu, Fitri bahwa kondisi penerangan di Jalan Juanda terbilang buruk. Penerangannya pun minim. Banyak lampu-lampu yang tidak berfungsi.

“Penerangan di sana kurang. Di sana itu yang banyak lampu hias yang di pohon. Dibandingkan lampu penerangan yang ke jalan,” ujar Fitri, Ahad (8/7/2018)

Dia menegaskan, sebaiknya selain lampu hias juga lampu penerangan jalan harus tetap ada. “Pendapat saya daripada lampu hias diperbanyak mending lampu penerangan jalan ditambah,” tuturnya.

Fitri berharap, lampu penerangan jalan dimaksimalkan untuk memberi rasa aman warga saat melintas di jalan pada malam hari. “Saya juga berharap kejadian pelemparan yang menimpa anaknya tidak lagi terjadi dan pelaku juga segera ditangkap,” harapnya. 

Minim penerangan di jalan raya juga masih dirasakan warga di Jalan Raya Sawangan. Pada malam hari, di jalan tersebut masih minim penerangan. Walau beberapa ruas jalan sudah dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU), hal tersebut masih dinilai kurang.

Kondisi tersebut terjadi mulai dari turunan Cakra Buana hingga depan Pesantren Al Hamidah serta dari pertigaan Parung Bingung hingga pertigaan Jalan Raya Parung.

“Kalau sekitar sini malamnya itu memang agak gelap, tidak semua ada penerangan. Jadi kalau dibilang terganggung ya pasti terganggu. Ya sebaiknya sih ditambah lampu penerangan jalannya,” ujar Anton Ashari, salah satu warga yang berdomisili di Pasir Putih, Sawangan, Depok.

Menurut Anton, minimnya jumlah PJU di Jalan Sawangan sangat membahayakan para pengguna jalan yakni rawan kecelakaan dan tindakan kriminal.

“Sejumlah titik di Jalan Sawangan gelap pada malam hari dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama di tikungan turunan depan Sekolah Cakra Buana. Banyak sepeda motor yang melintas di kawasan itu terperosok karena selain tikungan turunan jalan yang tajam juga minimnya penerangan jalan,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan di beberapa titik di Jalan Sawangan, dan Jalan Raya Muchtar pada malam hari kondisinya cukup gelap. Sedangkan di Jalan Juanda dan Jalan Arif Rahman Hakim minim penerangan karena banyaknya PJU yang rusak. 

Kasat Lantas Polres Depok, Kompol Sutomo mengatakan minimnya PJU tentu memicu kecelakaan dan tindak kriminalitas jalanan. “Penerangan jalan di Depok, memang belum maksimal. Minimnya penerangan jalan menyumbang angka kecelakaan sebesar 20 persen,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana mengakui PJU masih kurang dan menargetkan pada 2018 akan menambah 1.000 titik PJU. “Tentu ini untuk menambah keamanan dan kenyamanan warga khususnya para pengguna jalan saat melintas di malam hari,” terang Dadang.

Dadang mengutarakan, untuk 1.000 titik PJU ini sebagian akan dipasang di jalan arteri dan sebagian lagi di jalan lingkungan. Untuk jumlah keseluruhan PJU yang telah terpasang di Kota Depok hingga 2018 ada 9.024 unit dari total kebutuhan sebanyak 23.000 unit.

Untuk PJU di Jalan Juanda, pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap beberapa jaringan yang rusak sehingga sebagian besar PJU sudah menyala kembali. Adapun jumlah PJU yang telah terpasang di sepanjang Jalan Juanda sebanyak 80 titik.

“Kemarin memang ada beberapa PJU di Jalan Juanda yang tidak berfungsi karena ada kerusakan jaringan bawah tanah yang sudah berumur lebih dari 12 tahun, tetapi sudah diperbaiki sehingga sudah menyala kembali,” ungkap Dadang. (Riki Satura)

42 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY