Perluasan Ganjil Genap Mulai Berlakukan

0
25

www.depoktren.com–Mulai Senin (2/7/2018), para pengendara roda empat perlu meningkatkan kewaspadaannya ketika melintasi sejumlah ruas di Ibu Kota Jakarta.

Soalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Ditlantas Polda Metro Jaya dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai memberlakukan perluasan kawasan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap.

Jika pada hari biasa pembatasan berlaku pada empat jam di pagi hari dan empat jam di malam hari, kini aturan itu akan dilaksanakan selama 15 jam, tepatnya mulai pukul 06.00-21.00 WIB.

Sementara untuk areanya, akan meluas ke sejumlah ruas berikut ini:

Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan-simpang Slipi),Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi-simpang Tomang),Jalan MT Haryono (simpang UKI-simpang Pancoran-simpang Kuningan),Jalan HR Rasuna Said,Jalan Jenderal DI Pandjaitan (simpang Pemuda-simpang Kalimalang-simpang UKI),Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis-simpang Pemuda),Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb-Kupingan Ancol),Jalan Metro Pondok Indah, danJalan RA Kartini.

Karena bersifat perluasan, maka aturan ganjil genap yang berlaku di ruas Jalan Sisingamangaraja hingga sebagian Jl Merdeka Barat, dan Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan-Slipi) akan tetap berlaku.

Aturan mainnya tetap sama, kendaraan roda empat genap boleh melintas di ruas-ruas tersebut pada tanggal genap, dan sebaliknya.

Uji coba perluasan ganjil genap akan berlangsung selama bulan Juli 2018. Artinya, pemasangan rambu-rambu sosialisasi perluasan akan dipasang di dekat dan sepanjang ruas jalan tersebut. Selain itu pada masa uji coba, sanksi yang akan diterima pelanggar baru sebatas teguran saja.

Sanksi tilang yang sesungguhnya baru akan diberikan pelanggar mulai 1 Agustus 2018.

Belum ada keterangan lebih lanjut sampai kapan aturan ini akan berlaku. Pasalnya, aturan ini dibuat dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018, sekaligus mengetahui waktu tempuh dari wisma atlet ke lokasi pertandingan.

Seperti yang diketahui, lokasi wisma atlet berada di Athlete Village Kemayoran, Jakarta Pusat. Sementara, lokasi pertandingannya beragam, mulai dari Gelora Bung Karno, Senayan; Pondok Indah; Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII); hingga Pulomas, Jakarta Timur.

Ada beberapa rute pengalihan yang disarankan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yakni:

Dari arah Timur

Jl. Perintis Kemerdekaan-Jl. Suprapto-Jl. Salemba Raya-Jl. Matraman, dan seterusnya,Jl. Akses Tol Cikampek-Jl. Sutoyo-Jl. Dewi Sartika-dan seterusnya,

Dari arah Utara

Jl. RE Martadinata-Jl. Danau Sunter Barat-Jl. HBR Motik-Jl. Gunung Sahari-dan seterusnya,Jl. S Parman-Jl. Tomang Raya-Jl. Suryo Pranoto/Jl. Cideng-dan seterusnya,

Dari arah Selatan

Jl. Warung Jati Barat-Jl. Pejaten Raya-Jl. Pasar Minggu-Jl. Soepomo-dan seterusnya,Jl. RA Kartini-Jl. Ciputat Raya-dan seterusnya.

Namun, jangan heran jika ruas-ruas tersebut akan menjadi lebih padat dari sebelumnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyarankan Anda untuk memanfaatkan transportasi umum, seperti TransJakarta.

Sebab, 13 koridor yang dilayani transportasi publik yang berbasis bus rapid transit (BRT) ini sudah melalui ruas-ruas yang diberlakukan aturan perluasan ganjil genap di atas.

Direktur Utama PT TransJakarta, Budi Kaliwono juga berjanji, akan menambah armada di sepanjang koridor-koridor tadi. Budi, dalam BeritaSatu, juga mengupayakan untuk mempercepat headway atau waktu tunggu antarbus selama pemberlakuan aturan ini.

Erick Thohir, Ketua Pelaksana Asian Games (Inasgoc), sebelumnya meminta masyarakat untuk memaklumi kebijakan baru ini.

“Mohon maaf, mungkin banyak warga yang sulit dan kecewa. Tapi, ini semua buat bangsa Indonesia,” tuturnya dalam WartaEkonomi.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menjamin penataan ruas-ruas jalan yang akan dilalui sebagai rute para atlet menuju lokasi pertandingan.

Pihaknya juga akan memaksimalkan jalur khusus di tol dan non-tol, contohnya tol dari Kemayoran yang menuju Barat ataupun Timur. Begitu juga jalur alternatif di non-tol Kemayoran arah Medan Merdeka dan kemudian Sudirman-Thamrin untuk menuju Gelora Bung Karno.

“Warga antisipasi saja ganjil genap ini. Kita mulai Juli sebagai pemanasan. Ini bertahap. Fase pembelajaran bukan penegakan aturan hukum. Penegakan hukumnya nanti Agustus,” ucap Anies. (Mastete)

25 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY