Deklarasi Peserta Pelatihan Konservasi Sungai, Jaga dan Rawat Ciliwung Kita

0
98

www.depoktren.com–Ajakan menjaga dan merawat Ciliwung adalah salah satu butir dari deklarasi para peserta Pelatihan Konservasi Sungai-Kelas Alam Ciliwung 2018 yang berlangsung selama dua hari, dari 30 Juni hingga 1 Juli 2018 di dermaga dan sempadan Ciliwung Kota Kembang/ GDC, Depok.

Butir lain dalam komitmen para peserta yang menyebutkan diri sebagai Duta Ciliwung itu adalah, mengajak masyarakat peduli Ciliwung dan menyebarkan semangat peduli terhadap Ciliwung.

“Kesepakatan itu dideklarasikan pada acara _river camp_, Sabtu (30/6/2018) malam, di tempat yang sama,” kata Ketua Pelaksana Pelatihan Konservasi Sungai-Kelas Alam Ciliwung, Ahmad Zainuri, dalam keterangannya, Senin (2/7/2018).

Zainuri menyebutkan, sekitar 66 siswa sekolah yang bertempat tinggal sekitar aliran Ciliwung dibagi dalam kelompok SD/SMP sebanyak 42 orang dan kelompok SMA/SMK dan mahasiswa, 24 orang mengikuti kegiatan ini.

“Mereka mendapat materi yaitu pengetahuan tentang sempadan sungai, konservasi fauna-flora, penanganan reptil. Sedangkan untuk kegiatan lapangan kedua kelompok terpisah,” terangnya.

Diutarakan Zainuri, kelompok SD/ SMP melakukan pengamatan di sempadan sungai (darat) sambil berjalan kaki mengumpulkan sampah dan sampel tumbuhan. Sementara kelompok SMA/ mahasiswa melakukan penjelajahan sungai menggunakan empat unit perahu karet.

Dalam kegiatan penjelajahan sungai peserta singgah ke salah satu pabrik tahu yang beroperasi di sempadan sungai, membersihkan sampah di Kedung Batu Putih serta berkunjung ke Saung Pustaka Air (SPA) Cikambangan dan Ratujaya.

“Pelatihan semacam ini apabila diselenggarakan secara berkesinambungan dengan melibatkan sebanyak-banyaknya pelajar sekolah akan merubah pola pikir masyarakat bahwanya sungai bukan tempat pembuangan sampah dan limbah serta sempadan sungai adalah wilayah konservasi yang tidak bisa dialihfungsi,” tutur Zainuri.

Komunitas Ciliwung Depok akhir-akhir ini kembali menyoroti adanya okupasi sempadan Ciliwung dengan pembangunan gedung bertingkat seberang Ciliwung gang Kapuk, Pondok Cina dan pembangunan pabrik tahu di Cikambangan dan Cilawet, padahal pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Ciliwung-Cisadane sekitar dua bulan lalu telah melakukan sosialisasi tentang Garis Sempadan Sungai (GSS) di sepanjang Ciliwung Depok. (Aris/Rus)

98 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY