PPDB 2018 Diharapkan Tak Ricuh, Percaloan akan Dipidanakan

0
121

www.depoktren.com–Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Mohammad Thamrin meminta semua pihak di Kota Depok untuk mengikuti prosedur penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019.

“Sebaiknya ikuti prosedur yang sudah ada, jangan ada upaya “main belakang’, suap-menyuap dan percaloan. Kami tidak mau lagi, PPDB di Depok jadi sorotan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Thamrin di Balai Kota Depok, Jumat (29/6).

Menurut Thamrin, prosedur dan tata cara PPDB sudah dibuat sedemikian rupa, agar pelaksanaannya berjalan baik dan tertib. “Kalau semua aturan itu diikuti dengan baik, kami yakin pelaksanaan PPDB di Depok berjalan lancar dan aman, tidak akan ada sorotan macam-macam,” tegasnya.

Thamrin menyadari daya tampung SMAN di Depok belum sebanding dengan lulusan SMPN, SMP swasta dan madrasah.

Untuk tahun ajaran 2018/2019, daya tampung SMAN di Depok hanya sekitar 7.500 siswa. sementara total lukusan SMPN, SMP swasta dan madrasah mencapai 27 ribu siswa. 

Sedangkan daya tampung SMPN di Depok yakni 8.700 siswa. Adapun lulusan sekolah dasar (SD) mencapai sekitar 30 ribu siswa.

“Jadi kalau semua mau masuk sekolah negeri tentu tidak mungkin, karena daya tampungnya hanya seberapa persen dari jumlah lulusan SD dan SMP sederajat,” jelas Thamrin

Di Depok, selain SMAN, banyak juga SMA swasta dan SMK yang bisa menampung lulusan SMP, ada 121 SMA swasta. Begitu juga untuk SMP, ada 173 sekolah swasta yang dapat menampung lulusan SD.

“Jadi tidak perlu khawatir tidak mendapat sekolah. Prestasi itu bukan karena sekolahnya, tapi tergantung pada indivisu siswa itu sendiri,” tuturnya.

Thamrin menegaskan, banyak sekolah swasta yang bagus di Depok, bahkan prestasi akademisnya mengalahkan sekolah negeri. “Jadi sekali lagi, saya ingatkan tolong ikuti prosedur PPDB yang sudah ada. Jangan melakukan hal-hal di luar prosedur karena kami akan laporkan jika ada unsur pidananya,” tegas Thamrin. (Aris)

121 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY