Ya Ampun, Bocah SD Hamili Siswi SMP

0
822

www.depoktren.com–Ini peringatan bagi para orang tua, untuk lebih ekstra lagi menjaga anak-anaknya dalam pergaulannya, agar tak menjadi aib yang memalukan dan menghancurkan masa depan anak-anak.

Kejadian cukup miris karena kurangnya pengawasan dan pendidikan agama serta budi pekerti membuat seorang siswi SMP hamil karena berhubungan intim dengan seorang bocah SD.

Seorang siswi SMP di Tulungagung hamil 6 bulan setelah melakukan hubungan intim dengan pacarnya, seorang siswa SD.

Pihak keluarga akhirnya sepakat menikahkan mereka. Namun, persoalannya menjadi rumit karena mereka belum cukup umur sehingga Kantor Urusan Agama (KUA) menolak menikahkan dua bocah itu.

Yang bikin geregetan, ayah si bocah SD yang menghamili pacarnya siswi SMP itu justru dengan enteng mengatakan, ulah anaknya adalah bagian dari uji kejantanan sang putra.

Kehamilan siswi SMP tersebut ketahuan setelah sebut saja namanya Bunga (13 tahun) diperiksakan ke Puskesmas oleh pihak sekolah karena curiga melihat perutnya membuncit pada Sabtu (19/5/2018).

Hasil pemeriksaan petugas medis di Puskesmas menyatakan, Bunga positif hamil dengan usia kandungan 6 bulan.

Kabar kehamilan tersebut membuat kalang kabut keluarganya. Saat didesak oleh keluarganya, Bunga mengakui melakukan hubungan asmara dengan kekasihnya, sebut saja namanya Toni (11 tahun) yang masih duduk di kelas V SD.

Tini mengakui telah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan Bunga.

Permasalahan itu kemudian diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.

Keluarga Toni mau bertanggung jawab. Kedua keluarga sepakat untuk menikahkan anak mereka.

Namun pihak KUA menolak menikahkan keduanya, karena dianggap masih terlalu kecil.

Salah satu tokoh di desa tempat Toni tinggal, Anang mengatakan, pihak keluarga tetap mengusahakan keduanya menikah. “Saya membantu mengurus proses pernikahan keduanya,” ucap Anang.

Karena ditolak oleh KUA, keduanya harus mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama.

Anang berharap keduanya mendapatkan dispensasi hingga bisa lekas dinikahkan.

“Tinggal menunggu hasil sidang seperti apa. Kalau mendapatkan dispensasi langsung dinikahkan,” pungkasnya.

Tetangga sekitar tempat tinggal Toni sebenarnya sudah mengingatkan orangtuanya perihal kedekatan kedua anak ini.

Para tetangga menilai, hubungan Toni dan Bunga sudah kelewat batas. Namun jawaban dari ayah Tini justru membuat warga sekitar jengah.

Dengan enteng ayah Tini mengatakan, Bunga menjadi bahan percobaan anaknya.

“Bapaknya bilang, biar jadi bahan percobaan burung anaknya yang baru sunat,” ujar salah satu tetangga.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri, menyatakan belum mendapat laporan kejadian ini.

Namun Syaifudin berharap ada solusi terbaik bagi Toni dan Bunga dengan tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

“Saya berharap keduanya nantinya tetap bisa sekolah seperti biasa. Karena keduanya masih anak-anak, dan berhak mendapatkan pendidikan,” harapnya. (Mastete)

822 total views, 4 views today

LEAVE A REPLY