Nurul Fikri akan Terus Perbaiki Kualitas Guru

0
40

www.depoktren.com–Departemen Budaya Sekolah, SIT Nurul Fikri membuat program tahunan budaya riset dalam bentuk simposium guru yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin dan
Kepala ID-SIRTII/CC, Rudi Lumanto yang berlangsung di gedung SMAIT Nurul Fikri, Tugu, Cimanggis, Depok, Jumat (11/5/2018).

Simposium guru yang bertajuk Teacher Interdicplinary Research Toward Research Based 
School menyajikan 40 penelitian yang dipresentasikan oleh guru SIT Nurul Fikri.

“Saya apresiasikan acara ini sangat bagus sekali, karena memang seorang guru berdasarkan ketentuan setiap tahunnya harus ada pengembangan kompetensi dan alhamdulillah untuk guru-guru SIT Nurul Fikri terkait dengan simposium ini ada suatu peningkatan kompetensi dengan membuat penelitian dan hasil penelitian yang dilakukan ini tentunya dalam rangka untuk 
pengembangan sekolah ke depannya yang lebih baik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin.

Menurut Thamrin, hasil penelitian yang dilakukan para guru SIT Nurul Fikri ini bisa diterbitkan dalam bentuk jurnal sebagai salah satu wadah laporan yang bersifat umum. 

“Jurnal itu kan dibaca oleh siapapun begitu hasil penelitiannya ada di jurnal dan bisa dibaca secara online oleh seluruh Indonesia mungkin akan menjadi suatu kebanggaan untuk kota Depok pada 
umumnya dan untuk SIT Nurul Fikri pada khususnya,” tutur Thamrin.

Diutarakan Thamrin, sejauh ini dukungan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok terhadap sekolah-sekolah di Depok masih terbilang sederhana yakni memberikan fasilitas pendampingan terhadap guru yang melakukan penelitian, namun itu pun baru dilakukan per mata pelajaran yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Kalau saya amati baru beberapa sekolah saja yang mengembangkan sekolah berbasis riset, hal ini mungkin dikarenakan keterbatasan pendampingan untuk suatu penelitian,” terangnya.

Kedepan, lanjut Thamrin, semoga hasil penelitian para guru SIT Nurul Fikri bisa dilakukan pengujian oleh Disdik Depok untuk memilih yang terbaik dan dijadikan acuan atau rujukan untuk sekolah lain.

Direktur SIT Nurul Fikri, Rahmat Syehani mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk memastikan guru-guru SIT Nurul Fikri agar terlibat secara aktif dalam pengembangan pengetahuan melalui penelitian. “Secara aktif memperbaiki mutu pembelajaran, memperbaiki 
kualitas siswa dan juga secara otomatis memperbaiki dirinya sendiri dan Alhamdulillah dari 40
Penelitian tahun kedua ini, kualitas penelitiannya jauh lebih baik disbanding tahun lalu,” papar Rahmat.

Diutarakan Rahmat, targetnya, meningkatkan mutu budaya di SIT Nurul Fikri, setelah 
konsisten baru akan melibatkan orang luar. “Seperti mengundang narasumber sebagai peneliti 
atau mengundang mereka sebagai peserta,” ungkapnya.

Ia pun berencana akan membuat jurnal dari hasil penelitian para guru ini ke LIPI sebagai 
kontribusi Nurul Fikri untuk umat bahwa hasil penelitian ini bermanfaat untuk siapapun. 

“Karena kita tidak berorientasi ke bisnis maka karya penelitian ini bisa kami gratiskan secara 
online laman situs SIT Nurul Fikri,” kata Rahmat.

Dari 40 hasil penelitian para guru ini dipresentasikan di tujuh kelas, masing-masing kelas menampilkan presenter sebanyak lima atau enam orang. Setiap kelas didampingi satu fasilitator dan dihadiri sebanyak 20 peserta. (Aris)

40 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY