Hakim Harus Menangkan Warga yang Dizalimi Terkait Gugatan Terhadap Walikota Depok

0
197

www.depoktren.com–Demi rasa keadilan, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok harus memenangkan gugatan seorang warga terkait kasus penutupan akses jalan dengan pemagaran dan pembuatan taman di Kompleks Perumahan Mampang Indah Dua yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atas instruksi Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Adalah, seorang warga, Edy Syair, mengugat 6 orang antara lain Salman, mantan Ketua RT 05/04 yang juga staf ahli Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Deny Boy (PNS Dinas Pertamanan DKI Jakarta), Encung, keamanan perumahan Mampang Indah Dua, Taufik, pensiunan, Lurah Mampang dan Walikota Depok Muhammad Idris.

Gugatan itu dilayangkan karena akses jalan ke lahan milik Edy dipatok plang milik Pemkot Depok dan ditutup pagar dan dibangun taman.

Menurut Edy, lahan yang semula jalan tersebut merupakan jalan masuk menuju lahan milik Edy seluas 1.348 meter sesuai No.593/2377/BA/DPPKA/XI/2015 tanggal 24 Nopember 2015 yang ditandatangani Walikota Depok Nurmahmudi tentang pernyataan perolehan aset atas prasarana, sarana dan utilitas perumahan dan pemukiman perumahan Mampang Indah Dua, Kelurahan Mampang sudah tercatat sebagai jalan umum dan menjadi aset Pemkot Depok.

Masalah itu mulai mencuat sekitar 17 Agustus 2017 saat dirinya ingin melihat lahan seluas 1.348 meter ternyata di jalan masuk menuju lahannya terpasang spanduk bahwa ‘Jalan ini bukan jalan umum tapi fasilitas milik warga RT 05/04 Perum Mampang Indah Dua’.

Tidak sampai disitu ternyata lahan jalan kemudian ditanam pohon, bangku, papan plang BKD Pemkot Depok dan dipagar tembok.

Atas dasar perlakuan tersebut di atas yang dianggapnya merupakan perbuatan melawan hukum, maka Edy Syair melakukan gugatan ke PN Depok.

Dalam gugatannya, Edy meminta ganti rugi materiil sebesar Rp 2.696.000.000 dan ganti rugi imateriil sebesar Rp 5.392.000.000 dengan total sekitar Rp 8.088.000.000,-.

Gugatan sudah memasuki tahap sidang ditempat di lahan yang dipermasalahkan yang dipimpin Hakim Ketua Joko didampingi hakim anggota Yulinda dan Panitera Nana.

Sidang di tempat menghadirkan penggugat Edy Syair di lokasi lahan yang ditutup untuk taman. Sidang di tempat yang dilaksanakan hanya untuk melihat dan memastikan obyek perkara terhadap gugatan lahan tersebut bukan memutuskan perkara. “Ini hanya untuk memastikan dan melihat obyek tanah yang berperkara setelah dari sidang ditempat nanti Senin (16/4/2018) akan dilanjutkan di PN Depok untuk pemeriksaan saksi,” jelas Hakim Ketua Joko, Jumat (13/4/2018).

Sejumlah warga RT 05 RW 04 Perumahan Mampang Indah Dua, Kelurahan Mampang tetap berharap lahan sekitar 3 x 18 meter yang semula merupakan jalan itu agar tetap dijadikan taman.

“Kami berharap lahan itu dijadikan taman atau ruang terbuka hijau (RTH) karena lingkungan disini belum punya,” terang Ketua RT 05/04, Setiadi saat juga menghadiri sidang di tempat.

Menurut Setiadi, warga kompleks Mampang Indah Dua mengajukan ke Pemkot Depok untuk dijadikan taman ditandatangani Walikota Depok Muhammad Idris tanggal 5 September 2017 dengan No. 593/3009/BA/PSU/BKD/XI/2017 dan kemudian dipasang plang BKD serta di buat pagar tembok. (Herry/Rus)

197 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY