Grand Taman Melati Margonda 2, Sasar Segmen Mahasiswa dengan Harga Rp 643 Juta

0
146

www.depoktren.com–Kota Depok sebagai kota pendidikan memiliki cukup banyak perguruan tinggi, sebut aja ada Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gunadarma.

Tentu setiap tahun Depok kedatangan kurang lebih 20.000 mahasiswa baru. Banyak mahasiswa yang datang dari tempat yang jauh sehingga membutuhkan hunian sementara atau tempat tinggal sewa.

PT Adhi Persada Property (APP) melirik potensi pasar mahasiswa, yakni dengan membangun Grand Taman Melati Margonda 2 di jalan yang menjadi etalase Kota Depok, Jalan Margonda.

Direktur PT APP, Pulung Prahasto, mengungkapkan bahwa harga apartemen di Jalan Margonda Raya terus melonjak karena tingginya permintaan.

“Grand Taman Melati Margonda 2, harganya naik hampir 300% dalam 7 tahun terakhir,” ujar Pulung, saat Topping Off di Grand Taman Melati 2 Margonda, Depok, Minggu (8/4/2018).

Dia mengatakan, APP pertama kali membangun apartemen dekat Stasiun UI ini pada 2011 lalu. Saat itu, harga yang ditawarkan di Tower A sekitar Rp 200 juta-an untuk tipe Studio A. Kini, harga unit tipe yang sama di Tower C sudah mencapai Rp 643 juta.

“2011 itu kita buka harga Rp 200 juta-an, sekarang tipe yang sama di Grand Taman Melati Margonda 2 ini, alias Tower C mulai Rp 643 juta. Naik 300%,” terang Pulung.

Direktur Proyek Grand Taman Melati Margonda 2, Elvira Wigati, mengatakan kenaikan harga apartemen di Depok, khususnya untuk mahasiswa memang tak terhindarkan lagi. Dia merinci, unit apartemen di Tower A yang saat dibuka seharga Rp 200 juta, saat ini harga jualnya sudah mencapai Rp 400 juta.

Selain itu, untuk Tower B, harga jual pertama kali pada 2013 sekitar Rp 320 juta, saat ini harga jualnya mencapai Rp 600 juta.

“Rata-rata bagi mereka yang beli di Tower A dan B, enggak dijual. Mereka sewakan terus karena harga memang terus naik ya,” tuturnya.

Vira mengungkapkan, sejak dibangun tahun 2016 hingga saat Topping Off, Grand Taman Melati Margonda 2 sudah terjual 80%. Dari 939 unit yang tengah dibangun, tinggal 20% yang belum dibeli.

“Tersisa tinggal 20%. Target sales yang 20% ini sekitar Rp 90 miliar,” pungkasnya. (Aris)

146 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY