Insan Mandiri Festival, Ajang Lomba Siswa Sekolah-sekolah Islam

0
144

www.depoktren.com–Insan Mandiri Festival (Imfest) menjadi ajang berlombanya siswa sekolah-sekolah Islam tingkat dasar, menengah dan atas.

Acara yang berlangsung pada 31 Maret hingga 7 April 2018 di Insan Mandiri Cibubur (IMC) Boarding School, Bekasi, Jawa Barat.

Turut berlomba adalah murid-murid sekolah dari Jakarta dan sekitarnya, hingga peserta dari Bandung.

Perlombaan yang diadakan di antaranya tahfiz, nasyid, soft movie, melukis, futsal, renang dan lainnya, hingga bazar kuliner.

Ketua Panitia Imfest Rudi Saputra mengatakan, ajang itu bertujuan mencari bibit-bibit di bidang olahraga dan akademi.

“Dengan acara ini, bakat-bakat tersebut bisa tersalurkan,” katanya dalam sambutan pembukaan acara di hari penutupan.

Rudi manambahkan bahwa Imfest merupakan sarana memperkenalkan IMC kepada sekolah-sekolah lainnya, agar nantinya siswa-siswa yang berprestasi tertarik melanjutkan ke sekolah tersebut.

Insan Mandiri Cibubur adalah sekolah Islam Terpadu berasrama yang berdiri sejak tahun 2012. Bangunan sekolah diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era 2012-2014 Anies Baswedan.

Adapun gedung asrama diresmikan oleh Achmad Syaikhu, Wakil Wali Kota Bekasi yang merupakan politisi senior PKS, kini mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Sudrajat.

Selain memiliki para pengajar ulama berkelas nasional, beberapa guru pun berasal dari Irak dan Sudan.

Standar kurikulum IMC telah diakui oleh Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dengan dijalinnya kerja sama yang ditandatangani pada 5 Oktober 2017.

Kerja sama sekolah terpadu Insan Mandiri Cibubur (IMC) Boarding School Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dengan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, berhasil memacu perkembangan bahasa Arab di kalangan siswa sehingga maju pesat.

Progres tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMPIT IMC Oni Kelana usai membuka hari terakhir Insan Mandiri Festival (Imfest), Sabtu (7/4).

“Progresnya luar biasa, terutama dalam pengembangan siswa kami belajar bahasa Arab dan Islamic Study-nya,” kata Oni.

Menurut Oni, karena semua mahasiswa yang akan kuliah di Kairo semua aktif dan pasti mereka bisa berbahasa Arab, itu menuntut calon mahasiswa untuk konsentrasi yang luar biasa.

“Jadi kami mulai pembelajaran bahasa Arab yang intensif itu mulai dari SMP. Harapannya, SMP, SMA, kurang lebih enam tahun anak sudah bisa ketika ke sana,” tambahnya.

Selain memiliki para pengajar ulama berkelas nasional, beberapa guru di IMC berasal dari Irak dan Sudan.

Standar kurikulum IMC telah diakui oleh Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dengan dijalinnya kerja sama yang ditandatangani pada 5 Oktober 2017. (Rizal)

144 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY