Bongkar Kredit Bodong di Bank Mandiri

0
45

www.depoktren.com–Terungkap adanya potensi kredit macet di Bank Mandiri dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencatat ada piutang yang berpotensi tak tertagih PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp 2,95 triliun.

“Kredit ini memiliki risiko tinggi dan kurang menerapkan prinsip kehati-hatian,serta bernuasa KKN dan bisa masuk jerat pasal kejahatan perbankan yang bisa dijerat dengan UU tindak pidana korupsi oleh penegak hukum,” kata Arief Poyuono
Ketua Umum FSP BUMN Bersatu dalam rilisnya, Jumat (6/4/2018).

Menurut BPK, pemberian kredit Bank Mandiri Rp 2,94 trliun ke 5 kreditur memilki risiko tinggi. Selain itu dalam pemberikan kredit ini kurang menerapkan prinsip kehati-hatian. Lima kreditur ini diantaranya adalah PT TAB, PT AMBE, PT RA, PT CSI dan PT PI.

Ada lima alasan kenapa BPK menetapkan penyaluran kredit ke lima debitur ini tidak sesuai ketentuan. Pertama, analisis kredit atas pemberian kredit investasi refinancing PT TAB 2014 dan kredit PT PI 2013 tidak dilakukan secara memadai.

Kedua, pemberian fasilitas kredit modal kerja dan penentuan syarat pencairan 2011 kepada PT CSI berisiko tinggi. Ketiga, dokumen analisis pemberian kredit modal kerja terindikasi tidak benar dan skema penarikan fasilitas kredit modal kerja PT RA terindikasi menggunakan purchase order fiktif.

Keempat, analisis take over fasilitas kredit investasi 1 dan 2 PT AMBE dilakukan tanpa memberhitungkan kemampuan debitur dan pemberian kredit investasi dua berindikasi double financing. Sedangkan asalan kelima, adalah agunanan tidak meng-cover kredit.

Agunan juga dinilai tidak wajar, objek agunan menjadi agunan bank lain. Agunan tidak diketahui keberadaannya dan agunanan persediaan dijual tapi hasilnya tidak digunakan untuk menurunkan fasilitas kredit

Dengan adanya hasil audit BPK ini diharapakan institusi penegak hukum segera memeriksa Direksi Bank Mandiri yang saat ini menjabat dan mantan Direksi Bank Mandiri yang mengambil kebijakan pengucuran kredit yang dalam proses pemberiannya melanggar kepatuhan Dan kehati hatian serta di Duga sengaja dilakukan untuk membobol Bank Mandiri

“Jika penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan dan Polri lambat bertindak nanti para debitur Bank Mandiri yang macet pada kabur semua,” terang Arief.

Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Akan meminta kepada BPK hasil audit Bank Mandiri dan akan melaporkan Bank Mandiri ke penegak hukum agar melakukan pemeriksaan terhadap Bank Mandiri dan ke 5 debitur kredit macet

“Menteri BUMN harus segera mengelar RUPS Luar Biasa Bank Mandiri untuk meminta pertanggung jawaban Direksi Bank Mandiri atas laporan hasil audit BPK dan bila perlu segera memcopot semua Direksi Bank Mandiri, sebab jangan jangan banyak juga pemberian Kredit bodong yang macet di Bank Mandiri,” pungkas Arief. (Supri)

45 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY