Mau Jadi Smart City, Tergantung Pemimpinnya

0
34

www.depoktren.com–Mau jadi kota yang cerdas (smart city)? Kunci utamanya, pemimpinnya juga harus cerdas. Kalau pemimpinnya cerdas, pastinya masyarakatnya akan ikut cerdas.

Dekan Kerja Sama Internasional dan Eksternal untuk UTS School of Architecture University of Technology Sydney Prof. Anthony Burke mengatakan, secara konsep smart city di dunia tidak memiliki perbedaan. UTS dan ITB akan membuat prototipe dalam memberikan solusi bagi Kota Cerdas.

“Konsepnya dipengaruhi dari pandangan pemimpin di kota tersebut,” ujar Burke dalam acara Media Briefing di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Burke mengatakan, itu sebabnya pelatihan terhadap pemimpin sangat diperlukan bagi masa depan kota cerdas. Pelatihan pemimpin di wilayah regional masing-masing diperlukan untuk melihat pembangunan smart city sesuai kebutuhan. Sebab, masing-masing kota pasti memiliki permasalahan yang berbeda meski berada di satu negara. 

Burke menjelaskan, saat ini dunia sudah memasuki fase Konsep Smart City 3.0 atau konsep terakhir dari integrasi teknologi di sebuah kota. Kota Cerdas 3.0 tergolong dalam fase smart city yang cukup unik. Fase Smart City 3.0 tidak hanya mengedukasi masyarakat tetapi juga pemimpin di kota tersebut. Meski demikian fokus pengembangan smart city tetap berpusat pada masyarakat.

“Ketika kota bertransformasi maka harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan berdampak positif bagi warganya,” lanjut Burke.

Dengan kerja sama tersebut, diharapkan bisa mewujudkan prediksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa dunia akan memiliki 41 mega kota dengan 10 juta penduduk atau lebih pada 2030 mendatang, kemudian membangun kota pintar yang berkelanjutan. Kerja sama Australia dan Indonesia juga menguntungkan bagi banyak bidang tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga di seluruh wilayah Asia Pasifik. (Supri)

34 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY