KSD Tuntut Wali Kota Depok Bersahabat dengan Situs Sejarah

0
52

www.depoktren.com–Komunitas Sejarah Depok (KSD) menuntut Wali Kota Depok untuk bersahabat dengan situs-situs sejarah yang ada di Kota Depok. KSD mengirimkan surat terbuka ke Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada 23 Januari 2018 lalu.

“Sesuai tag line Depok Bersahabat, Wali Kota Depok juga harus mampu bersahabat dan peduli dengan situs-situs peninggalan sejarah yang dimiliki oleh kotanya,” ujar sejarawan JJ Rizal dalam keterangannya, Senin (29/1/2018).

Menurut Rizal, sudah terlalu lama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperlihatkan sikap abai terhadap situs sejarah. “Dengan pemberitaan rumah tua Cimanggis yang menasional, sudah saatnya Depok menjadi kota yang bersahabat dengan situs sejarahnya dengan memenuhi amanah UU UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010 dan dengan demikian menjadi kota yang beradab,” tuturnya.

Rizal menegaskan, menindaklanjuti perkembangan berita terkait dengan situs sejarah Rumah Cimanggis, aktivis komunitas sejarah yang bergerak dalam KSD memperjuangkan #SelamatkanRumahCimanggis dan mengurus status situs-situs sejarah di Depok dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Pemeritah Kota (Pemkot) Depok harus segera mengurus status situs-situs sejarah di Depok dari peringkat terdaftar di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga mendapatkan kenaikkan peringkat menjadi penetapan resmi sebagai Cagar Budaya tingkat Kabupaten/Kota. Sesuai dengan amanah UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010 pasal 44,” jelas Rizal.

Ketua Depok Heritage Community (DHC), Ratu Farah Diba mengungkapkan, KSD 
juga akan menulis surat permohonan kepada Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membantu Pemkot Depok untuk menyelamatkan situs sejarah Rumah Cimanggis sehingga bisa difungsikan sebagai museum pertama di Kota Depok.

“Kami juga berharap sebagian lahan RRI seluas 143 hektar ada Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berguna bagi penguatan daya dukung ekologi Depok yang kian padat, juga sebagai retensi air dari selatan ke Kota Jakarta dan oleh karena itu mengurangi bahaya banjir. Surat tuntutan KSD ini disampaikan agar menjadi dorongan bagi Pemkot Depok untuk lebih peduli pada kekayaan situs-situs sejarah,” pungkas Ratu. (Aris)

52 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY