Tidak Ada KLB Gizi Buruk di Papua

0
97

www.depoktren.com–Tidak ada kasus luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kampung Pedam Distrik Okbab Kabupaten Pegunungan Bintan, Papua.

Hal itu dipastikan Tim Kesehatan Gabungan dari Mabes TNI dan Kodam XVII/Cenderawasih. Kasus kematian warga di Kampung Pedam Distrik Okbab Kabupaten Pegunungan Bintang, bukan disebabkan oleh campak dan gizi buruk. Hal ini dinyatakan setelah Tim melakukan investigasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pejabat daerah setempat.

Sebelumnya, pada Senin (22/1/2018), Kodam XVII/Cenderawasih mengirimkan Tim Kesehatan beranggotakan 10 orang yang dipimpin oleh Letkol Inf Lukas Sadipun, Dandim 1702/JWY, ke Kampung Pedam untuk mengecek info yang masuk dimana dikatakan bahwa di Kampung Pedam juga terjadi kasus campak dan gizi buruk. Belakangan ini kasus campak dan gizi buruk memang sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia setelah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua.

Kepastian tak terkaitnya campak dan gizi buruk dengan kematian warga di Pedam ini didapat setelah Tim Kesehatan Kodam dan 8 orang anggota Tim Kesehatan Mabes TNI yang dipimpin oleh Kolonel Kes dr. Iwan Trihapsoro Sp.Kp., Sp.KK, FINSDV, FAADV menggelar rapat evaluasi bersama dengan Tim Kesehatan dari Kodam, Wakil Bupati Pegunungan Bintang Decky Deal, S.I.P., Dinkes Pegunungan Bintang, dan Pemda setempat. Tim Kesehatan Mabes TNI tiba di kampung Pedam pada Selasa (23/1/2018) didampingi Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, menggunakan Heli MI-17 milik Penerbad.

Pada rapat tersebut, Kabid SDM Iriyanto Pawika selaku ketua tim dari Dinkes Pegunungan Bintang menyampaikan bahwa di Kampung Pedam ada 28 kasus kematian. 27 kasus terjadi pada periode Januari s.d. Desember 2017 dan 1 kasus terjadi baru-baru ini (22/1/2018).

“Untuk korban meninggal tahun 2017 dikarenakan penyakit ISPA dan Diare disertai dehidrasi berat, untuk korban meninggal pada 2018 diakibatkan penyakit Diare disertai dehidrasi berat. Sedangkan untuk kasus gizi buruk dan campak sampai saat ini belum ditemukan,” terang Iriyanto. Ditambahkan pula olehnya bahwa penyakit masyarakat di Kampung Pedam selama ini, yang terbanyak adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Diare disertai dehidrasi berat, dan Skabies (gatal-gatal).

Dokter RSUD Oksibil dr. Banu sebagai tim kesehatan yang pertama kali datang ke Kampung Pedam, mengungkap bahwa kendala kesehatan yang ada di kampung ini adalah sulitnya transportasi dan kondisi rumah masyarakat yang berjauhan sehingga akses kesehatan sulit didapat masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Tim Kesehatan TNI melakukan tanya jawab dengan Dinkes, Kepala Distrik Okbab, Kepala Puskesmas Distrik Okbab, dan Kepala Kampung Pedam terkait apa yang dibutuhkan agar TNI bisa membantu mengurangi jumlah penyakit yang ada di Kampung Pedam. Menjawab hal tersebut, Kepala Distrik Okbab Alexs Uropmabin, S.Pt menyampaikan bahwa alasan yang membuat masyarakat mudah terserang penyakit adalah tidak adanya rumah sehat yang dihuni oleh masyarakat. Untuk itu, ia meminta agar TNI bisa membangunkan rumah sehat bagi masyarakat setempat.

Kepala Puskesmas Distrik Okbab Alpanus Keduman menambahkan bahwa selain rumah sehat, sarana prasarana kesehatan dan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Pedam juga dibutuhkan. Hal ini disebabkan jarak dari Puskesmas Okbab ke Kampung Pedam memakan waktu 10 hingga 12 jam. “Kami juga mohon agar kesejahteraan tenaga kesehatan mendapat perhatian. Bagaimana kami mengobati masyarakat jika kami para petugas kesehatan juga mudah sakit?”, pinta Alpanus.

Menanggapi hal tersebut, Kolonel Kes dr. Iwan mengatakan bahwa aspirasi masyarakat Pedam ini akan dilaporkan ke pusat dan realisasinya akan diusahakan semaksimal mungkin. Khusus permintaan mengenai rumah sehat, apabila nanti dibangun, semuanya akan terpusat jadi satu di sekitaran bandara. “Untuk itu, kami minta masyarakat mau direlokasi dan tidak lagi tinggal berjauhan guna memudahkan pelayanan kesehatan yang ada,” jelas dr.Iwan.

Usai melaksanakan rapat evaluasi kesehatan, Tim Kesehatan Gabungan TNI menyerahkan vaksin dan obat-obatan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan yang ada di Kampung Pedam. Setelah itu, tim bergerak kembali ke Jayapura menggunakan Heli MI-17 milik Penerbad. (Dispenda/Aan)

97 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY