Tanamkan Cinta Rasul Lewat Pendidikan

0
49

www.depoktren.com–Pondok Pesantren As-Salamah menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dimulai dengan pembacaan Maulid dan lantunan ayat suci Al-Qur’an para santri serta siswa larut dalam kekhusyukan. “Salah tujuan pendidikan yang perlu diterima para siswa adalah mengajarkan cinta Nabi dan Rasul. Kecintaan pada Nabi itu  dipelajari di Pesantren atau di Sekolah,” ujar Pengasuh Pesantren As-Salamah KH. Bahrudin Toyib, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, Selasa (23/1) lalu.

Menurut Bahrudin, para santri mendapatkan pelajaran tentang sejarah Nabi Muhammad SAW seperti dalam Kitab Khulashoh Nurul Yaqin. Dirinya juga berpesan kepada seluruh guru As-Salamah agar dalam mengajar juga selalu menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Pasalnya, Nabi Muhammad tidak hanya ahli dalam bidang agama saja. Namun, beliau juga ahli dalam politik, budaya, ekonomi, sosial,  leadership. 

“Semua ada dalam diri Rasul dan sudah lengkap. Kita ajarkan anak-anak melalui peringatan Maulid untuk mencintai Nabi yaitu dengan mencintai  keluarga atau keturunan rasulullah  saat ini. Dzurriyah (keluarga-red) Rasul ibarat sungai, kalau kita adalah pancuran. Rasul juga senang kalau dzuriyahnya  dicintai,” paparnya. 

Diutarakan Bahrudin, rasa cinta pada Rasul dapat disalurkan melalui cinta Al-Qur’an dengan memahami dan mendalaminya. Dikatakannya, melalui Al-Qur’an akhlak bisa terjaga dan terhindar dari kerusakan. “Kita berharap melalui Maulid dan dunia pendidikan bisa merubah akhlak anak muda saa ini. Tentunya, dengan peringatan Maulid semakin berkah dan menjadikan anak-anak akhlaknya baik dengan meneladani Rasul,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya KH Jaka Tarup atau Riki Yakub menjelaskan betapa agung dan mulianya akhlaq Nabi Muhammad SAW. Menurutnya kondisi masyarakat saat ini sedang mengalami degradasi moral. Terlebih lagi, lanjutnya, generasi muda saat inj juga mengalami serangan dari pengaruh budaya asing, teknologi, yang menjadi ancaman dan merosotnya akhlak. 

“Pendidikan di pesantren sebagai solusi penanaman akhlak bagi generasi zaman now. Sebab, tidak hanya teori yang diajarkan. Tapi, keteladanan dari seorang ustadz dan Kiyai juga turut membentuk akhlak. Semoga akan lahir pribadi yang tangguh dan berkarakter,” jelasnya. (Aan)

49 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY