Ada 14 Prioritas Pembangunan Depok 2018

0
10

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan prioritaskan Sebanyak 14 poin pembangunan di 2018. Hal tersebut merupakan hasil proses panjang perencanaan dan penganggaran yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan yang terangkum dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemkot Depok.

“Ini merupakan hasil proses panjang perencanaan dan anggaran dari pokok pikiran warga serta top down dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna usai membuka Sosialisasi Pembangunan Kota Depok 2017 di Hotel Bumi Wiyata Depok, Kamis (11/1).

Menurut Pradi, 14 poin yang menjadi prioritas dalam pembangunan 2018 yaitu peningkatan infrastruktur layanan dasar pemukiman, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, peningkatan kapasitas koperasi dan UMKM, optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pencemaran Air, pengembangan kepariwisataan, peningkatan daya saing ekonomi kreatif, pengurangan kawasan kumuh dan penataan kawasan heritage, peningkatan kualitas ketahanan keluarga, optimalisasi peran RW dan Posyandu.

Poin pembangunan selanjutnya, yakni pemerataan pembangunan berbasis kewilayahan, penanganan kemiskinan dan peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan perluasan akses layanan kesehatan, peningkatan layanan publik dan kualitas tata kelola pemerintahan, dan terakhir peningkatan kemudahan dalam akses membaca bagi masyarakat.

“Poin pembangunan tersebut merupakan prioritas kita di . Diharapkan dapat kita jalankan dengan maksimal, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Depok,” harap Pradi.

Dia juga berharap poin pembangunan tersebut dapat disosialisasikan untuk memberikan pemahaman serta kesatuan pikiran akan proses pembangunan yang akan dilaksanakan sepanjang 2018. 

“Untuk mewujudkan rencana-rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dukungan dan senergitas dari semua pihak, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga peran aktif masyarakat,” pungkas Pradi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Depok, Hardiono mengutarakan, sosialisasi pembangunan merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam rangka menjaga keterbukaan informasi publik dan implementasi rencana kerja tahun 2018 yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 20 Tahun 2017 tentang APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2018.

“APBD Kota Depok 2018 terdiri dari struktur pendapatan sebesar Rp. 2,437 triliun, belanja daerah sebesar Rp. 2,870 triliun dengan rincian belanja langsung Rp. 1,759 triliun dan belanja tidak langsung Rp. 1,115 triliun yang digunakan untuk belanja pegawai, hibah, bantuan sosial dan lainnya,” tutur dia.

Hardiono menegaskan, sosialisasi pembangunan ini juga merupakan rangkaian awal pelaksanaan kegiatan tahun 2018 yang merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 yang memiliki visi “Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius”, dengan tiga program unggulan yaitu, Depok Kota Sehat, Depok Kota Bersih dan Depok Kota Ramah Keluarga.

“Rencana pembangunan atau kegiatan 2018 merupakan merupakan hasil proses panjang perencanaan dan penganggaran dari sisi teknokratik, politik dalam kerangka pokok-pokok pikiran DPRD Depok, partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan yang terangkum dalam Musrenbang, alur yang bersifat bottom up maupun top down, dengan berorientasi pada hasil serta penggunaan pendekatan yang holistik-tematik, integratif dan spasial, baik dari pemerintah Provinsi maupun Nasional,” tegasnya. (Gilang)

10 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY