Pondok Petir akan Dijadikan Kawasan Sentra Industri 

0
11

www.depoktren.com–Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan fokus mengembangkan sentra industri. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih satu kelurahan yaitu Kelurahan Pondok Petir untuk dijadikan sebagai sentra industri di Kota Depok

Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kota Depok, Martinho Vaz menjelaskan, dipilihnya Kelurahan Pondok Petir menjadi lokasi pengembangan sentra industri karena berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pihaknya pada tahun 2017. Salah satu alasannya karena Kelurahan tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Tangerang Selatan.

“Ada sekitar 20 pelaku IKM dan mereka terkonsentrasi di satu lokasi. Jadi, memudahkan masyarakat atau pengujung saat ingin membeli produk-produk olahan dari pelaku IKM. Ini juga menjadi salah satu alasan dipilihnya kelurahan tersebut,” ujar Marthin di Balai Kota Depok, Selasa (9/1/2018).

Menurut Martin, guna mewujudkan Kelurahan Pondok Petir sebagai sentra industri, pihaknya juga akan memberikan berbagai program pelatihan kepada para pelaku IKM. Menurutnya, pelatihan-pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas usaha serta kualitas produk para pelaku usaha.

“Pelatihan yang akan diberikan diantaranya pelatihan kemasan, pelatihan manajemen keuangan, dan lain sebagainya. Kita juga akan memfasilitasi sertifikasi halal bagi mereka yang produknya belum belum memiliki lebel halal,” jelasnya.

Martin mengutarakan, selain memberikan pelatihan dan sertifikasi halal, pihaknya juga akan mengandeng Perangkat Daerah (PD) terkait dan pihak swasta untuk membantu mempromosikan produk IKM. Salah satunya akan melakukan kerjasama dengan obyek wisata Godong Ijo, karena obyek wisata tersebut sering mendapat kunjungan dari sekolah-sekolah internasional.

“Kami harapkan dengan adanya sentra industri ini, nantinya dapat membantu membangkitkan perekonomian masyarakat khususnya yang ada di wilayah-wilayah perbatasan,” pungkas Martin. (Aris)

11 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY