Untuk Percepat Proses Pendaftaran, BPJS Kesehatan Akses Data e-KTP

0
63

www.depoktren.com–BPJS Kesehatan beserta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengembangkan inovasi baru guna mempermudah dan mempercepat proses layanan pendaftaran peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Inovasi tersebut melalui pemanfaatan KTP Elektronik (e-KTP) pada card reader untuk meningkatkan akurasi data peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, mengatakan, sejak April 2013, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam hal akses database kependudukan untuk proses validasi data calon peserta JKN-KIS. Upaya inovasi terus dikembangkan untuk lebih dekat menuju cakupan kesehatan semesta yang ditargetkan pada 1 Januari 2019.

“Melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan akan memperoleh validitas data calon peserta JKN-KIS dan juga dipergunakan untuk memperbarui data peserta yang sudah terdaftar di data kepesertaan BPJS Kesehatan,” jelasnya, belum lama ini.

Menurut Fachmi, pemanfaatan data kependudukan tersebut sangat penting dalam memudahkan proses registrasi peserta JKN-KIS. Bukan hanya itu, NIK dijadikan sebagai keyword data kepesertaan tunggal untuk mencegah terjadinya duplikasi data dalam proses pendaftaran peserta JKN-KIS. Dengan demikian, akurasi data peserta JKN-KIS pun lebih terjamin.

“Card reader e-KTP digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran peserta baru dan proses mutasi data peserta. Dalam hal pendaftaran, calon peserta JKN-KIS cukup meletakkan e-KTP ke mesin card reader dan menekan jari telunjuk ke pemindai, setelah itu akan langsung terkoneksi dengan aplikasi kepesertaan BPJS Kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut, ucapnya, setelah terkoneksi baru petugas BPJS Kesehatan akan meminta konfirmasi data anggota keluarga dan memberitahukan virtual account calon peserta JKN-KIS tersebut. Sementara dalam hal mutasi atau perubahan data, peserta JKN-KIS dapat melengkapi Formulir Daftar Isian Peserta (DIP), kemudian meletakkan KTP-El di mesin card reader dan menekankan jari telunjuk ke mesin pemindai.

“Data e-KTP akan langsung terkoneksi dengan aplikasi kepesertaan, sehingga petugas BPJS Kesehatan dapat melakukan proses mutasi data lebih singkat,” ujarnya.

Dikatakannya, penggunaan card reader e-KTP tersebut efektif berjalan sejak 21 Desember 2017. BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan pun menjadi pilot project pemanfaatan card reader e-KTP. Selanjutnya akan dilakukan oleh BPJS Kesehatan di daerah lainnya.

“Tahun ini, kami berupaya setiap Kantor Cabang mempunyai setidaknya satu card reader e-KTP. Harapannya, optimalisasi pendataan NIK tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan akurasi data peserta JKN-KIS dan data kependudukan secara umum,” ungkapnya.

Fachmi menuturkan, BPJS Kesehatan juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan atas Nomor Induk Kependudukan, data kependudukan, serta e-KTP.

Diketahui, hingga 31 Desember 2017, jumlah peserta JKN-KIS sudah mencapai 187.982.949 atau hampir mencapai 72,9 persen dari total penduduk Indonesia. Kemdian, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 21.763 fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D dan Dokter Gigi), 2.292 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.937 fasilitas kesehatan penunjang seperti Apotik dan Optik yang tersebar di Indonesia. (Supri/Aris)

63 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY