Satpol PP Bongkar Tembok yang Dibangun Warga, Terkait Penolakan Lanjutan Proyek Puskesmas Cilodong

0
64

www.depoktren.com–Satpol PP Depok yang dikawal aparat kepolisian dan TNI membongkar tembok pagar yang dibangun warga di lahan proyek lanjutan pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong, di Sektor Melati, Perumahan Grand Depok City (GDC), Depok, Selasa (5/12/2017).

Tembok sepanjang 30 meter dan tinggi 1,5 meter tersebut, sebelumnya dibangun warga sebagai bentuk protes terhadap pembangunan puskesmas karena dinilai tak ada sosialiasi dan lahan seluas 2.000 m2 tersebut diinginkan warga untuk dibangun taman. “Pemerintah Kota (Pemkot) Depok nggak komit, padahal sudah ada perjanjian bahwa lahan tersebut akan dibangun taman, tapi kenyataannya dibangun gudang obat dan tempat limbah puskesmas,” ujar seorang warga yang tak bersedia disebutkan namanya itu.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Diskrumkim) Depok Wijayanto mengutarakan bahwa lahan yang digunakan untuk proyek lanjutan pembagunan Puskesmas Cilodong tersebut merupakan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Depok.

‚ÄúTembok pagar dirubuhkan, karena menghalangi kegiatan pembangunan. Itu melanggar hukum. Sebagian warga protes karena merasa tidak membutuhkan puskesmas. Padahal puskesmas ini untuk kepentingan warga yang lebih luas di Kecamatan Cilodong,” terangnya.

Menurut Wijayanto, pembangunan Puskesmas Kecamatan Cilodong sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Depok dan sudah dibahas di tingkat Musrembang Kelurahan, Kecamatan hingga Kota dan telah disetujui DPRD Depok.

“Saat pembahasan rencana pembangunan puskesmas, perwakilan warga dari RT dan RW tak menolak. Jadi saat ini, tidak ada alasan bagi warga sekitar untuk menolaknya. Kami juga sudah melakukan sosialisasi,” tutur Wijayanto.

Diungkapkan dia, Puskesmas Cilodong yang sudah beroperasi sejak tahun lalu itu, sudah mendapat akreditasi dari Kemenkes dan salah satu puskesmas terbaik yang ada di Kota Depok. “Setiap harinya ada 200 hingga 300 pasien yang berobat,” ungkapnya.

Wijayanto, menyayangkan segelintir oknum warga yang sempat memberhentikan kegiatan pembangunan. “Itu perbuatan yang melanggar hukum. Silahkan warga mau tempuh jalur hukum. Kami siap hadapi dan kami juga akan menurut secara hukum bagi warga yang menghalang-halangi kegiatan pembangunan proyek pemerintah,” tegasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, sejumlah warga Sektor Melati, GDC protes pembangunan gudang medis, tempat pembuangan limbah medis Puskesmas Cilodong, yang dilakukan Pemkot Depok.

Warga melakukan aksi protes dan memasang spanduk penolakan pembangunan tersebut dan menuntut janji Pemkot Depok untuk membangun taman di lahan fasos dan fasum tersebut. “Pemkot Depok tak pernah berjanji akan membangun taman, cuma Pak Camat Cilodong hanya menampung aspirasi dan keinginan sebagian warga untuk membangun taman,” pungkas Wijayanto. (Papi Ipul)

64 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY