Bantuan di Stop, Korban Kebakaran Apartemen Cinere Bellevue Suites Protes 

0
16

www.depoktren.com–Puluhan penghuni Apartemen Cinere Bellevue Suites (CBS) yang merupakan korban kebakaran pada awal Nopember Lalu melakukan aksi protes ke pengelola apartemen karena telah dihentikan bantuan pembiayaan kamar hotel bagi korban kebakaran Apartemen CBS, per 1 Desember 2017 lalu. 

“Kami hanya minta pertanggungjawaban pengelola, karena kami belum bisa menempati unit kami yang masih dalam perbaikan,” kata salah seorang penghuni, Riri Sandra saat aksi demo di kantor pengelola apartemen di Gallery Megapolitan, Cinere, Depok, Senin (4/12/2017).

Menurut Riri, para penghuni belum bisa menempati unit kamarnya karena masih dalam kondisi rusak dan masih dalam perbaikan. “Sesuai janji pengelola, para penghuni yang menjadi korban kebakaran akan dibiayai penginapan di hotel yang telah ditentukan. Kami ingin tahu alasannya kenapa sekarang di stop,” tuturnya.

Apartemen CBS sekaligus Cinere Bellevue Mall (CBM) di Jalan Merawan, Cinere, Depok saat ini sedang dalam proses renovasi. Sejak terbakarnya basement pusat belanja CBM yang menyatu dengan CBS, pada 4 Oktober lalu belum dapat ditempati para penghuni apartemen.

PT Mega Pesanggrahan Indah (MPI) yang merupakan anak perusahana PT Megapolitan Developments, selaku pengembang membiayai penghuni untuk menginap di hotel terdekat dari Cinere seperti Swiss Belhotel Jalan TB Simatupang dan Hotel 88 di Jalan Fatmawati. “Kami sudah menginformasikan penghentian bantuan biaya hotel itu ke para penghuni sejak 28 November 2017 lalu, secara tertulis,” kata Managing Director PT MPI, Ronald Wihardja.

Menurut Ronald, perlu diketahui bersama, sesuai perjanjian, hasil penyidikan kepolisian, dan berdasarkan kajian hukum yang ada, pengelola apartemen tidak memiliki kewajiban untuk memberikan fasilitas hotel atau tunjangan apapun kepada para penghuni yang menjadi korban kebakaran. 

“Namun, kami tetap membayarkan fasilitas hotel dan biaya lainnya sejak musibah kebakaran terjadi pada 4 Oktober bagi para penghuni apartemen. Mohon kiranya hal itu dilihat sebagai niat baik perusahaan. Namun dengan berat hati perusahaan terpaksa menghentikan bantuan ini efektif tanggal 1 Desember 2017,” jelas Ronald.

Diutarakan Ronald, pihaknya sudah maksimal mempercepat perbaikan apartemen dan mal. “Ini menjadi bukti bahwa komitmen perusahaan untuk tetap bersama-sama penghuni serta tenant dalam menghadapi masa sulit ini. Saat ini para konsultan sudah merampungkan hasil analisa dampak kebakaran terhadap CBS dan kontraktor sudah melakukan perbaikan yang signifikan terhadap sistem pelistrikan yang rusak terbakar,” tuturnya.

Ronald berharap semua pihak beriskap lebih objektif dan situasi ini hanya bersifat sementara serta akan bekerja intensif mempercepat proses perbaikan, sehingga diharapkan dapat segera dihuni kembali. “Perbaikan dan renovasi butuh waktu serta kesabaran. Mohon harap dimaklumi,” harapnya.

Penyelidikan dari kepolisian menyatakan penyebab kebakaran apartemen CBS telah dihentikan sejak 24 November 2017 lalu, karena tidak ditemukan unsur kesengajaan dan kelalaian. Penyidik tidak menemukan unsur perbuatan kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa kebakaran di apartemen CBS. Hal itu tertuang dalam BAP teknik kriminalistik Puslabfor Mabes Polri, tentang penyebab pertama api yang menyulut kebakaran di panel capasitor bank Mall A 1 CBM. Peristiwa kebakaran ini murni musibah. (Papi Ipul)

16 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY