Touring Syari’ah Permata Depok: Menapak Surga Alami Ciletuh

0
263


www.depoktren.com
– Perjalanan sejauh 177 km itu telah mengubur emosi. Kepenatan aktivitas sehari-hari pun tak lagi bersembunyi. Hamparan sawah yang terbentang indah telah menyejukan hati. Embun pagi di Geopark Ciletuh mengajarkan kita untuk bisa berpikir jernih dalam segala kondisi.

Keindahan panorama di pesisir barat Kabupaten Sukabumi itu, seakan berat meninggalkan telapak kaki bagi yang berpijak. Tapi, beruntung tim touring Syari’ah sektor Nilam Kompleks Permata Depok, bisa menapaki tempat yang disebut ‘surga alami’ itu.

“Kami seperti bermimpi berada di sini. Keindahan alamnya sungguh memberi ruang di hati. Kalau tak ingat anak-anak dan istri di rumah, berat rasanya meninggalkan tempat seelok ini,” tutur Maryono Basler, EO Touring Syariah Nilam Permata Depok.

Maryono tidak bermimpi atau mengada-ada. Tidak juga berpromosi. Riders lainnya Atoel Syahbandar pun mengaku tercengang dengan keindahan dan karakteristik di kawasan Ciletuh yang sudah menjadi Geopark.

“Berbagai panorama ada di sini. Mulai dari indahnya pantai pasir putih, air terjun Sodong hingga pesona lainnya,” ujar Atoel.

motor3

Ya, tim touring Syari’ah Sektor Nilam Komplek Permata Depok, bertolak ke Geopark Ciletuh, Sabtu (18/11) dini hari. Ada di antara riders yang mengaku susah tidur atau sengaja berjaga agar tidak ketinggalan. Rombongan total 23 orang yang dipimpin Dany Pujiantoro bergerak pukul 03.30 WIB dari Kota Depok.

Knalpot berbagai merek sepeda motor mereka memecahkan keheningan malam. Rombongan yang dibagi lima tim dipandu para sweeper satu-satu menarik gas perlahan-lahan. Sebelumnya, para riders berdoa untuk keselamatan yang dipimpin oleh Haji Ngatijo.

Para riders dengan segala perlengkapan memacu motornya. Jalur mana pun yang ditempuh, tidak ada cara mudah untuk datang ke sana. Dengan melewati lintas selatan Jawa Barat, para riders butuh waktu 8,5 jam untuk tiba di ‘Surga Tersembunyi’ Geopark Ciletuh.

“Kami berangkat santai, tidak full gas. Kami 4 kali berhenti. Di Bogor kami shalat Subuh berjamaah. Kemudian sarapan dan ngupi-ngupi di Cikadang sebelum kembali singgah di Pelabuhan Ratu untuk isi bensin dan terakhir makan siang di Desa Ciwaru. Alhamdullillah sekitar pukul 12.00 kami tiba di Geopark Ciletuh,” papar Maryono Basler.

Ini bukan yang pertama warga Nilam Permata Depok melakoni touring. Sebelumnya mereka menjelajahi Gunung Bunder, Cipamingkis, Sawarna, dan Cidahu.

“Touring kali ini berbeda, medannya bervariatif dengan tanjakan dan turunan yang ekstrem. Terutama ketika kami memasuki daerah Cikadang,” kata Budi Riyanto yang memilih cuti dari pekerjaannya.

Tapi, jalannya kata Budi relatif mulus yang membuaat para riders antusias. Tidak ada rasa lelah dan sangat menikmati perjalanan. “Sejenak kita bisa berada pada dimensi lain, melupakan pekerjaan. Apalagi touringnya bersama teman-teman di lingkungan tempat tinggal. Gokil habis dan nggak jaim. Jadi suasana bisa lepas dan plong,” tutur Budi yang menunggang Motor Yamaha MT25.

Pria yang hobi nonton MotoGP ini mengambil tiga hari cuti sejak Senin-Rabu (20-22 Novemver). Pegawai Pemprov DKI Jakarta ini sengaja mengambil cuti supaya bisa ikut touring Syari’ah warga Sektor Nilam Permata Depok ke Geopark Ciletuh di pesisir barat Kabupaten Sukabumi.

Geopark Ciletuh adalah kawasan yang terdiri atas gunung dan pantai yang di dalamnya dapat dijumpai komposisi batuan purba. Batuan itu muncul ke permukaan kerena terendapkan dalam palung laut hasil penunjaman lempeng samudera di bawah lempeng benua pada Zaman Kapur, 50-65 juta tahun silam.

Ciletuh bukanlah Roma yang punya banyak jalan. Hanya ada dua jalan darat untuk menuju Ciletuh yaitu melewati jalur lintas selatan Jawa Barat seperti yang kami tempuh atau lewat kota Sukabumi. Pilihan yang disebut terakhir lebih cocok jika wisatawan berangkat dari Depok atau Jakarta dan sekitarnya.

“Setelah dihadapkan aktivitas rutin dengan bekerja, sekarang saya terasa plong begitu memanfaatkan cuti dengan ikut touring. Jauh-jauh hari saya sudah melakukan persiapan dengan matang. Bukan cuma fisik tapi juga kondisi kendaraan dan perlengkapan perjalanan,” ujar Budi Riyanto, salah satu peserta touring yang juga penggemar MotoGP.

Begitu tiba di tujuan, menurutnya para riders menyusuri jalan ke Curug Sodong. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari penginapan D’leuit. “Wow alamnya keren, air terjunnya…seperti di film surga yang hilang,” celetuk Teguh Prayitno, perserta touring.

Ya, Geopark Ciletuh layak disebut surga alam. Beragam destinasi wisata alam menarik dan unik bisa dikunjungi bagi para petualang. Karena terdiri atas gunung dan pantai yang di dalamnya dapat dijumpai komposisi batuan purba.

Kawasan Ciletuh dan sekitarnya memiliki 10 spot air terjun/curug yang cantik. Hamparan batu karang hingga ari terjun mampu menghilangkan segala persoalan sejenak. pemandangan panorama puncak Darma juga sangat eksotis. Tempat ini sangat ideal bagi Anda yang hobi memotret karena disini bisa melihat bentangan morfologi Ciletuh dengan gradasi warna perpaduan air, laut, sungai, dan Samudera Hindia yang begitu luas.* Suryansyah

263 total views, 5 views today

LEAVE A REPLY