Grand Opening Toyota Auto 2000 di GDC Depok

0
77

www.depoktren.com–Semakin pesat berkembang pembangunannya serta bertatambahnya jumlah penduduk mencapai 2,1 juta jiwa, maka Auto 2000 ingin terus memperluas jaringannya di indonesia, khususnya di Kota Depok. 

“Jadi, Auto 2000, berusaha untuk memberikan layanan dan kemudahan dengan membuka cabang baru di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Cabang baru ini menjadi cabang yang ke 110, serta didirikan dengan layanan penjualan, service dan suku cadang Toyota,” ujar Chief Executive Auto 2000, Agus Prajitno, saat Grand Opening Toyota Auto 2000 GDC Depok, Jawa Barat, Jum’at (17/11).

Branch Mananger Auto 2000 Depok, Heri Hermawan menjelaskan, bahwa dengan hadirnya jaringan di wilayah GDC ini,  Auto 2000, menginginkan lebih dekat dengan konsumen. Bahkan dengan menginvestasikan dana hampir 69,7 Miliar, dari pembangunan gedung serta luas tanah total mencapai 8.136 meter persegi.

Bahkan, kehadiran Auto 2000 GDC ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung baik dari sisi layanan penjualan maupun layanan purna jual.

“Jadi, untuk fasilitas bengkel ditunjamg dengan 22 stall yang terdiri 12 stall untuk perbaikan umum (general repair), 3 stall Express Maintenence, serta 7 stall khusus untuk pelayanan lainnya,” jelas Heri.

Diutarakan Heri, bahwa setiap tahunnya jumlah pengguna Toyota semakin bertambah sehingga dibutuhkan strategi pelayanan untuk memfasilitasi para pelanggan. 

“Artinya, sesuai dengan komitmen kami untuk lebih dekat dengan pelanggan, kami berharap pelanggan di sekitar Kota Depok, dapat merasakan fasilitas dan layanan kami,” pungkas Agus.

Wali Kota Depok Muhammad Idris mengungkapjan, dengan adanya Auto 2000 membuktikan dalam hal investasi di Depok menjadi potensi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Depok khususnya.

“Semoga dapat memberikan dampak positif kepada pengurangan, sebab pengangguran masih sekitar 61% pekerja adalah berasal dari Kota Depok. Maka sebagai kota hunian dengan infrastruktur yg aman dan nyaman,” ungkap Idris.

Idris menegaskan, bahwa pihaknya juga berkomitmen ingin membangun Kotanya dengan sistem kolaborasi ABG, yakni akademi bisnis goverment dan comunity. Membangun iklim investasi yang transparan. 

“Sebab, 70% dari warga Depok adalah usia produktif 90% anak muda yang membuat miris potensial dan produktif yang masih membutuhkan pelampiasan ekspresi. Maka dari itu, Pemkot juga membutuhkan alun-alun dan Gedung Kesenian atau Gedung Kebudayaan,” pungkas Idris. (Papi Ipul/Rus)

77 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY