‘Ngeyel’, Ombudsman akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

0
213

www.depoktren.com–Dianggap ‘ngeyel’ dan nggak peduli, Ombudsman berencana akan melakukan pemenggilan paksa Wali Kota Depok, Muhammad Idris.

Panggilan paksa tersebut terkait kasus tanah dimana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan
penyerobotan tanah hak milik warga di Depok.

Jika, dalam pemanggilan ketiga masih menolak datang maka akan kami lakukan pemanggilan paksa,” ujar Anggota Ombudsman, Adrianus Meliala, dalam siaran pers, Jumat (3/11/2017).

Dalam jumpa pers di kantor Ombudsman Jakarta pada Kamis (2/11/2017) terungkap kasus penyerobotan tanah ini sudah dilaporkan kepada Ombudsman sejak 2015. Setelah dilakukan investigasi oleh Ombudsman, pihaknya menemukan bahwa laporan tersebut benar dan meminta Wali Kota Depok untuk segera mengurusnya.

“Satpol PP sudah tahu mengenai kasus tersebut, harusnya ya dilakukan pembongkaran. Tapi sampai saat ini perintah untuk pembongkaran tidak turun juga. Ya kita memanggil Wali Kota Depok,” jelas Adrianus.

Menurut Adrianus, kasus ini merupakan kasus kecil. Tanah seorang warga yang diserobot oleh tetangganya ini hanya seluas 200 meter. Kemudian tanah tersebut digunakan untuk membangun sebuah bangunan rumah.

Melihat tidak adanya tindakan dari Satpol PP akibat perintah pembongkaran yang tidak kunjung turun, Ombudsman kemudian memanggil Wali Kota Depok. Sudah dua kali pemanggilan dilakukan namun Wali Kota Depok masih mangkir.

Pemanggilan pertama dilakukan Ombudsman pada pertengahan 2017 ini. Hingga saat ini Wali Kota Depok masih mangkir dan menolak untuk datang menemui pihak Ombudsman.

Pihak Ombudsman sendiri mengaku tidak akan memilih-milih kasus. Semua laporan kasus akan diterima dan diproses. Untuk kasus tanah ini, Adrianus mengatakan akan berlaku tegas kepada Wali Kota Depok bila panggilan ketiga masih diabaikan.

“Kami punya kewenangan pemanggilan paksa pejabat publik yang tidak mau memenuhi panggilan. Jika setelah dipanggil tiga kali, Wali Kota Depok masih tidak mau datang juga, kami bisa bekerja sama dengan kepolisian untuk memanggil paksa,” tegas Adrianus. (Papi Ipul/Mas Tete)

 

    

213 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY