UPT Metrologi Depok akan Tindak SPBU Nakal

0
47

www.depoktren.com–Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Depok akan menindak tegas pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). “Kami akan tindak tegas jika ditemukan adanya kecurangan. Tindakan tegas, peringatan hingga pencabutan izin operasional,” ujar Kepala UPT Metrologi Kota Depok, Sarmadi usai melakukan tera ulang Ukur, Timbang, Takar dan Perlengkapan (UTTP) di salah satu SPBE di Kecamatan Cilodong, Depok, Selasa (31/10/2017).

Menurut Sarmadi, hal itu dilakukan untuk menjamin hak dan kepercayaan konsumen. “Kami juga akan terus melakukan pengawasan dan menggelar pengecekan/tera ulang pada alat-alat UTTP SPBU dan SPBE,” terangnya.

Menurut Sarmadi, kegiatan tera pada SPBE atau pun SPBU ini sebagai tindak lanjut dari pengalihan kewenangan melakukan tera ulang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Tera ulang dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian penggunaan UTTP. Pastinya, kami melakukan tera ulang semata-mata untuk kebutuhan publik. Kami ingin menjaga hak-hak keadilan pembeli dan pedagang tetap terjaga selama bertransaksi,” tuturnya.

Dia menambahkan, sejak Kantor UPT Metrologi Depok diaktifkan sejak Juni 2017, pihaknya telah melakukan sosialiasi dan tera ulang ke tempat-tempat usaha yang menggunakan UTTP yang ada di Kota Depok. Mulai dari pasar tradisonal, pasar modern, SPBU, dan SPBE, apotek, hingga pabrik. “Tera ulang perlu dilakukan guna memastikan UTTP tersebut masih berfungsi dengan baik,” tegas Sarmadi.

UTTP wajib dilakukan tera/tera ulang satu tahun sekali.  UTTP yang sudah dilakukan tera ulang akan diberikan tanda tera khusus sebagai bukti alat ukur tersebut masih berfungsi dengan baik. “Jadi, UTTP seperti timbangan meja,  timbangan elektronik,  timbangan pegas, mesin nozel yang ada di SPBU wajib dilakukan tera ulang setahun sekali,” pungkas Samardi. (Meidya)

47 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY