Pemprov DKI Perintahkan Tutup ‘Surga Prostitusi’ Hotel Alexis

0
59
Jpeg

www.depoktren.com–Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis dianggap sebagai tempat prostitusi terselubung dengan sajian ‘bidadari-bidadari’ cantik dari seluruh dunia. Dan, itu bukanlah ‘isapan jempol’. Para wartawan, terutama baru-baru ini sejumlah wartawan Depok dari Depok Media Center (DMC) sambangi hotel yang terletak di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara tersebut untuk membuktikan adanya praktik prostitusi terselubung hight class tersebut.

Atas bertubi-tuturnya pemberitaan media tersebut dan memang terbukti, yang menjadi dasar utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam waktu dekat akan menutup total Hotel Alexis yang dibawah naungan PT Grand Ancol Hotel.

“Kami perintahkan segera tutup dan jangan diperpanjang ijin usahanya,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawesdan, Senin (30/10/2017).

Hotel Alexis yang dibawah naungan PT Grand Ancol Hotel telah mengajukan permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) baru. Namun permohonan itu ditolak Pemprov DKI.

Penolakan terhadap permohonan TDUP Alexis ini tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8. Surat bertanggal 27 Oktober 2017 serta diteken oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi. Foto surat itu beredar di kalangan jurnalis.

“Iya, benar. Dapat dari mana?” kata Edy saat dimintai konfirmasi soal kebenaran surat itu, Senin (30/10/2017).

Alexis mengajukan TDUP untuk hotel lewat aplikasi online ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta dengan nomor registrasi 60U0HG. Sedangkan permohonan TDUP griya pijat diajukan ke kantor unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kecamatan Pademangan dengan nomor registrasi Z35DNU.

Namun apa jawaban Pemprov DKI? “Permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis belum dapat diproses,” demikian petikan jawaban Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI.

***

Sebelum ditutup, sejumlah wartawan Depok menyambangi sebuah tempat yang digembar-gemborkan sebagai ‘surganya dunia’ yakni di Hotel Alexis. “Biar kita buktikan, apa benar ada ‘surga dan bidadari’ di Hotel Alexis ” kata wartawan www.depoktren.com, Syaiful alias Papi Ipul, pada Jumat (20/10/2017) malam.

Senyuman gadis-gadis cantik langsung menyambut para wartawan dengan ruangan
bernuansa kehitaman.

“Mau ke tempat spa, ya? Silakan pakai dulu ini,” pinta seorang resepsionis cantik yang membuat Papi Ipul, seperti biasa langsung ‘celamitan’ memandang dan merangkul resepsionis bernama Ika. Lalu kami pun diberikan gelang berwarna merah dengan tertera nomor tertentu untuk dikenakan dilengan.

Gelang itu dilengkapi chip untuk membuka loker, sekaligus dijadikan identitas tamu saat penagihan atas layanan yang diberikan. Setelah memakai gelang dan menuju area berendam, sauna dan spa. Ada juga meja bar dan loungeyang dipandu dua waitress nan cantik.

Setelah melewati loker untuk tamu yang ingin mengganti pakaian dan ke toilet, kemudian menuju sebuah lorong. Di ujung lorong itu terlihat sejumlah perempuan cantik berpakaian seksi laksana bidadari berlalu lalang dengan pakaian ‘super minim’ alias nyaris bugil. Mereka berjalan berbaris mengikuti seseorang yang diketahui sebagai muncikari.

Menariknya, perempuan-perempuan cantik yang ada di situ bukan hanya berasal dari Indonesia. Perempuan berwajah Oriental, melayu, Cina, Eropa Timur, bahkan Amerika Latin pun ada.

Para perempuan yang mengenakan pakaian blazer hitam yang seksi dan menantang birahi.

Lalu kami diajak ke sebuah sudut bangunan yang di sana terdapat gazebo berjumlah delapan unit. Masing-masing gazebo dilengkapi dua sofa, sebuah meja, dan tirai.

Terlihat banyak wanita-wanita telanjang berseliweran, sedang berendam, dan di sauna atau sedang memijat para lelaki. Selain musik merdu nan lembut terdengar juga suara tertawa manis dari para bidadari cantik semakin membuat ‘pikiran melayang jorok’.

Untuk perempuan lokal atau asal Indonesia, tarifnya Rp 1,45 juta per sekali kencan. Durasinya sekitar satu jam. Sedangkan untuk perempuan ‘impor’, tarifnya bervariasi. Untuk perempuan asal Filipina, Thailand, Vietnam, Uzbekistan, Rusia, dan Kolombia, harganya Rp 2,45 juta. Yang paling mahal adalah perempuan asal China, yang dipatok Rp 2,7 juta per sekali kencan. Jika ingin kencan diluar biaya kamar yang dipatok Rp 200 ribu per jam. (Papi Ipul)

59 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY