Imigrasi Depok Gencarkan IDS Permudah Layanan

0
59

www.depoktren.com–Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, menjalin sinergitas dengan Universitas Indonesia (UI) terkait penerapan program Immigration Day Services (IDS). Melalui program tersebut, setiap Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi mahasiswa UI, akan dipermudah dalam mengurus berbagai perijinan yang berkaitan dengan keimigrasian.

“Salah satu kemudahan yang dapat dirasakan yaitu para WNA cukup datang satu kali saja ke Kantor Imigrasi untuk melakukan proses perekaman biometrik. Sisanya, semua prosedur kepengurusan dapat dilakukan langsung di kampus UI, maupun secara online,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan, di Kantor Imigrasi Depok, Kamis (19/10/2017).

Diutarakan Dadan, program IDS telah dilaksanakan sejak 8 Agustus 2017. Saat ini, program tersebut dijalankan sebanyak dua kali di dalam satu pekannya.

“Program sudah dijalankan mulai 8 Agustus 2017, setiap hari Selasa dan Kamis kami adakan program IDS tersebut. Tujuannya, untuk mendekatkan pelayanan terhadap para mahasiswa yang merupakan WNA agar mereka tidak perlu datang berkali-kali ke Kantor Imigrasi untuk mengurus berbagai perijinan keimigrasiannya,” tutur Dudi.

Dia menuturkan, dipilihnya UI sebagai lembaga pendidikan yang menjalin sinergitas dalam penerapan IDS, bukanlah tanpa sebab. Saat ini jumlah WNA yang menempuh pendidikan di UI jumlahnya lebih banyak bila dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.

“Kalau berdasarkan data yang kami himpun, jumlah WNA yang berada di kelas internasional di UI diperkirakan mencapai 200 orang. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka kami memilih UI sebagai pihak yang bekerjasama dengan kami untuk penerapan program tersebut,” jelasnya.

Namun, Dadan menambahkan, tidak menutup kemungkinan apabila program IDS dapat dilaksanakan di instansi pendidikan maupun lembaga lainnya. Hal ini, mengacu kepada evektifitas terhadap pelaksanaan program IDS tersebut.

“Kalau ternyata kedepannya terdapat instansi yang banyak mempekerjakan warga negara asing, maupun institusi pendidikan yang banyak diisi oleh pelajar asing, maka bukan hal yang tidak mungkin kami akan menjalankan program IDS di tempat lainnya,” terang Dadan. (Nanda/Rus)

59 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY