Mogok, Kota Depok Kotor dan Bau, Penghargaan Adipura Dipertanyakan

0
210

www.depoktren.com–Ratusan sopir dan kernet truk pengangkut sampah menggelar aksi mogok kerja menuntut janji-janji kenaikan gaji usai kota Depok meraih Piala Penghargaan Adipura 2017 serta menuntut kejelassan gaji ke-13. Setiap sopir mendapatkan honor Rp 100 ribu/hari dan kenek Rp 90 ribu/hari,

“Katanya kita akan naik gaji usai meriah Piala Penghargaan Adipura 2017. Janji tinggal janji saja, tapi realisasinya tidak ada,” kata Muktar, seorang supir truk pengangkut sampah yang melakukan aksi mogok, Senin (14/8/2017).

Aksi mogok 120 orang awak truk pengangkut sampah menyebabkan terjadinya tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) dan berserakan tumpukan sampah-sampah dipinggir jalan di seluruh Kota Depok. “Bau sampah dimana-mana. Ini salah satu bukti Depok belum layak dapat Piala Anugerah Adipura,” tutur Cahyadi, seorang warga Depok.

Kondisi Depok yang baru mendapat Piala Anugerah Adipura 2017, dalam sehari produksi sampah di Depok sekitar 700 ton dari 11 kecamatan se-Kota Depok. “Ini persoalan kesalahan informasi dan bisa dikomunikasikan, tidak perlu ada aksi mogok. Saya sudah meminta untuk kembali bekerja,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Etty Suryahati.

Etty pun meminta maaf ke masyarakat dengan tidak terangkutnya sampah. “Kami minta maaf ke masyarakat sampah tak terangkut dan segera sampah akan diangkut,” tegasnya. (Meidya)

210 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY