Warga Prasejahtera di Depok Diminta Manfaatkan E-Warong

0
57

www.depoktren.com–Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meminta warga prasejahtera, termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) memanfaatkan program Warung Gotong Royong Elektronik (e-warong) secara maksimal. 

“Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) ini bisa menjadi usaha bersama, untuk memberdayakan ekonomi warga prasejahtera di Kota Depok,” ujar Kepala Dinsos Pemkot Depok, Ahmad Kafrawi di Balai Kota Depok, Minggu (13/8/2017).

Kafrawi mengatakan, arah program e-warong ini merupakan upaya pemerintah memberikan peluang kepada penerima manfaat agar lebih berdaya secara ekonomi, tanpa meninggalkan sisi kebersamaannya. Karena program ini, didesain untuk dijalankan dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube).

“Dengan kebersamaan ini, masing-masing Kube dapat memberdayakan anggotanya dan membantu penerima manfaat di luar kelompok mereka memenuhi kebutuhan sembako sehari-hari,” katanya.

Kafrawi mengutarakan, dalam BPNT tersebut, masing-masing penerima manfaat mendapatkan dana non-tunai senilai Rp 110 ribu dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu ini berfungsi seperti ATM dan akan diisi secara rutin oleh Kemensos yang bekerja sama dengan Bank BNI. Saat ini, kata Kafrawi, kartu tersebut berlaku untuk pembayaran beras dan gula.

“Tapi dalam Kube tersebut, bisa disepakati barang yang akan dijualnya. Apakah kartu e-warong berlaku untuk pembelian telur, minyak, atau barang sembako lainnya. Sementara untuk keuntungan yang didapatkan Kube berasal dari selisih harga barang,” tuturnya.

Kafrawi mencontohkan, misalkan pada beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) jenis IR-64 seharga Rp 8.000 per kilogram (kg), yang bisa dijual kembali dengan mengambil selisih sedikit, agar harga tetap terjangkau.

“Kelompok itu bisa menjual beras dengan harga di atas Rp 8.000. Lebihnya itu yang akan menjadi keuntungan dan bisa diputarkan untuk modal selanjutnya,” pungkasnya. (Meidya)

57 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY