NGO Korsel Bantu Mahasiswa ABK di PNJ

0
140

www.depoktren.com–Korean Society For Rehabilitation of Persons With Disabiliti (KSRPD) dalam pelaksanaan program ICT (Information and Communication Technology) memberi bantuan untuk mahasiswa berkebutuhan khusus yang kuliah di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Tercatat ada sekitar 79 mahasiswa berkebutuhan khusus yang belajar di PNJ. Umumnya jurusan yang mereka ambil adalah strata diploma tiga Management Pemasaran. Bahkan sekitar 60 persennya usai lulus bekerja di berbagai perusahaan. 

Direktur PNJ, Abdillah mengatakan yang dibantu NGO dari Korea Selatan (Korsel) tersebut adalah program studi mahasiswa yang berkebutuhan khusus. 

“Bentuknya pelatihan kerjasama ICT (Information and Communication Technology ). Jadi kemampuan komputer yang dilatih termasuk juga sosial skill seperti office manner atau kelakuan yang baik di kantor,” terangnya di Kampus PNJ, Senin (7/8/2017).

Abdillah mengklaim jika pihaknya adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk ikuti pendidikan di perguruan tinggi. 

“Yang sudah lulus ada 20 orang. Setiap tahun kami tetap terima mahasiswa berkebutuhan khusus. Ini sudah tahun kedua kelulusan,” jelasnya.

Menurut Abdillah, usai lulus, pihak kampus juga menyalurkan mahasiswa berlebutuhan khusus ke dunia pekerjaan. “Kami menjalin kerjasama juga dengan beberapa perusahaan. Alhamdulillah rata-rata mereka kerja di office,” tuturnya.

Dia menjelaskan untuk mendukung kegiatan belajar bagi mahasiswa ABK pihaknya juga mendukung dengan sarana dan pra sarana yang dibutuhkan. 

“Seperti tangga khusus bagi mereka kami sediakan dan juga toilet. Kami tidak membeda-bedakan. Mereka masuk ke sini juga melalui tes. Tidak ada pengkotak-kotakan sehingga orangtua ikut senang anaknya diterima di kampus dan juga lingkungan,” papar Abdillah.

Vice President Korean Society For Rehabilitation of Persons With Disabiliti (KSRPD), Naa Woon-Hwan mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengunjungi PNJ. Maksud kedatangan nya adalah untuk melihat program ICT (Information and Communication Technology ) disini seperti apa.

“Setelah melihat secara langsung apakah ada yang bisa dikembangkan disini. Dengan harapan setelah mereka latihan dapat bekerja dan hidup dari pekerjaan itu,” terang Naa.

Dirinya mencontohkan di Korea pelatihan ICTwajib dilakukan hingga SMA. “Setelah lulus dari kampus ketika mencari pekerjaan dibantu negara dan difasilitasi oleh negara,” tandasnya. (Meidya)

140 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY