Baznas Depok akan Rehab 100 Rumah Warga Prasejahtera

0
55

www.depoktren.com–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok berencana menginisiasi program rehab untuk 100 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Depok. Rencananya rumah sebanyak itu dapat diperbaiki di akhir tahun ini, dengan alokasi untuk satu rumah Rp 10-15 juta. “Ini sebagai bentuk kepedulian kepada kaum duafa,” kata Ketua II Bidang Pemberdayaan dan Distribusi Baznas Depok, Abdul Ghofar Hasan, Selasa (1/8/2017).

Menurut Abdul, kalau program sebelumnya sifatnya kemitraan, namun untuk program rehab rumah ini murni dari Baznas Depok yang menginisiasi. “Tujuannya menstimulus masyarakat untuk giat berderma, baik dengan hartanya atau tenaga,” terangnya.

Abdul menjelaskan, dana zakat yang dialokasikan sebesar Rp 10-15 juta per rumah, tergantung tingkat kesulitan perbaikan dan kerusakannya. Warga sendiri, kata Ghofar, bisa berkontribusi dalam proses perbaikan rumah tersebut. “Jadi dalam masa rentang perbaikan tersebut, masyarakat bisa berlomba-lomba untuk berderma. Misalkan menyumbang tambahan pasir, semen, bahkan bisa juga tenaga. Nanti akan ada rekapannya,” jelasnya.

Abdul menambahkan, Baznas Depok tidak melakukan seleksi secara khusus dan ketat untuk menetapkan kategori Rutilahu ini. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus RT/RW untuk menentukan rumah warga yang akan direhab sejak dua bulan sebelumnya. “Tapi tetap akan dilakukan assessment, kita survei ke lapangan. Kalau memang benar rumah tersebut tidak layak huni, ya akan kita perbaiki,” tuturnya. 

Ketua Baznas Kota Depok, Encep Hidayah merilis perolehan dana umat selama satu semester (Januari-Juni) 2017 yang menembus angka Rp 616 juta. Dana tersebut berasal dari pembayaran zakat mal sekitar Rp 397 juta dan infak sebesar Rp 219 juta. “Ada lonjakan yang lumayan di bulan Ramadan sekitar Rp 292 juta, di bulan Mei sebelumnya di kisaran 148 juta,” ungkapnya.

Encep menjelaskan, perolehan tersebut di luar pemasukan zakat fitrah. Karena yang disetorkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas, tidak ada yang menyerahkan zakat fitrah. “UPZ kami belum ada di masjid-masjid. Meski demikian ada yang langsung bayar zakat fitrah ke Baznas secara personal, namun jumlahnya tidak signifikan,” jelasnya.

Encep mengakui, meski menunjukkan kenaikan, perolehan tersebut masih jauh dari target yaitu sebesar Rp 1 miliar. Perolehan tersebut dibidik dari jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok yang jumlahnya sekitar delapan ribu orang. “Ada beberapa kendala yang membuat target tidak terpenuhi. Di antaranya karena Baznas masih belum dikenal luas, khususnya di kalangan dinas-dinas. Fokus kita tahun ini adalah bagaimana sosialisasi Baznas dan membangun kepercayaan kepada masyarakat,” tandas Encep. (Supri)

55 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY