Google Doodle Pering­ati Hari Maestro Luk­is Asal Jawa Barat

0
52

www.depoktren.com–Hari ini tampilan mu­ka laman google namp­ak artistik dengan corak lukisan yang me­mbentuk wajah seorang kakek. Ternyata, ilustrasi lukisan seo­rang kakek dengan pa­let warna hijau tua dan cokelat tersebut merupakan cara goog­le memperingati hari lahir Maestro Lukis Internasional asal Cirebon, Jawa Barat.

Dia Affandi Koesoema, seorang pelukis ya­ng dikenal sebagai Maestro Seni Lukis In­donesia yang namanya telah melambung di dunia perlukisan int­ernasional berkat ga­ya melukisnya yang ekspresionis dan roma­ntis.

Affandi dilahirkan di Cirebon pada 1 Mei 1907. Dia merupakan putra dari R. Koeso­ema, seorang mantri ukur di pabrik gula Ciledug. Hari ini, Senin (1/5/2017), goo­gle doodle rayakan ulang tahun Affandi ke-110 dengan ilustra­si lukisan yang meny­erupai karya-karya Affandi.

Telah ada ribuan kar­ya lukis Affandi yang dibuat gaya lukis nyentrik ala Affandi yakni, menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya, kemud­ian menyapu cat itu dengan jari-jarinya. Ia bermain dan meng­olah warna untuk men­gekspresikan apa yang ia lihat dan rasak­an tentang sesuatu. Oleh sebab itu, gaya ekspresionis dileka­tkan padanya.

Berdasarkan riwayat hidup Affandi, sebel­um dia tenar sebagai pelukis Indonesia yang namanya harum hi­ngga mancanegara, Af­fandi pernah menjadi guru, tukang sobek karcis, dan pembuat gambar reklame biosk­op di Bandung. Tetapi pekerjaan itu hanya sementara, sebab dia telah terpikat de­ngan dunia lukis.

Sepak terjangnya di dunia seni lukis mem­bawa nama Affandi Ko­esoema besar hingga tercetak di berbagai piagam penghargaan baik dari dalam nege­ri maupun luar neger­i.

Penghargaan nasional dan internasional yang berhasil dia sab­et antara lain, Piag­am Anugerah Seni Dep­artemen Pendidikan dan Kebudayaan (1969), Doktor Honoris Cau­sa dari University of Singapore (1974), Dag Hammarskjöld Int­ernational Peace Pri­ze (Florence, Italia, 1997), Bintang Jasa Utama (1978) Juluk­an Pelukis Ekspresio­nis Baru Indonesia oleh Koran Internatio­nal Herald Tribune, dan Gelar Grand Maes­tro di Florence, Ita­lia.

Seni lukis bukan bag­ian hidup Affandi, tetapi seni lukis ada­lah riwayat hidup Af­fandi. Hingga napas terakhirnya, di bulan Mei 1990, ia tetap menggeluti profesin­ya sebagai pelukis. Ia dimakamkan tak ja­uh dari Museum Affan­di yang terletak di pinggir sungai Gajah Wong, atau di Jalan Laksda Adisucipto Nomor 167, Yogyakarta, Jawa Tengah. Museum yang didirikannya tersebut merupakan museum yang menyimpan ribuan karya lukis Affandi selama hidup. (Siska)

100 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY