Lestarikan Budaya, 80 Warga Dari Kader PKK Dilatih Membatik

0
46

www.depoktren.com–Sebanyak 80 warga perwakilan dari kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), masyarakat umum, dan remaja dilatih keahlian membatik. Pelatihan membatik ini digelar untuk melestarikan budaya asli Indonesia, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan penghasilan warga.

Pelatihan yang disambut antusias peserta ini, atas prakarsa Koperasi Simpan Pinjam Makmur dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok, beserta TP PKK Kota Depok.

Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) 2 Tim Penggerak (TP) PKK Kota Depok, sekaligus juga sebagai Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Industri, dan Perikanan Dekopinda Kota Depok, Rina Nurbaeti, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Koperasi Simpan Pinjam Makmur yang merupakan pemilik Galeri Batik Tradjumas Depok yang telah menggelar pelatihan membatik ini.

“Kegiatan seperti ini sangat baik sekali, karena sebagai suatu ajang membudayakan membatik di Depok,” ujar Rina yang ditemui di lokasi pelatihan, Perum BSI Blok C3, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok, Minggu (12/3/2017).

Dikatakan Rina, pelestarian budaya membatik ini juga suatu kesempatan yang baik untuk PKK Kota Depok dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Karena, dari para peserta yang terdiri dari perwakilan kader PKK di 11 kecamatan se-Kota Depok itu, diharapkan bisa menambah keahlian yang menjadi penghasilan tambahan bagi kader PKK dan warga setempat.

“Kader PKK yang hadir hari ini kan sebagian besar ibu-ibu, mudah-mudahan bisa menambah kemampuan mereka dalam membatik, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga mereka sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Suharno, pemilik Galeri Tradjumas menuturkan, pihaknya memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk meningkatkan kemampuan membatik masyarakat Depok. Nilai kearifan lokal yang menjadi kultur masyarakat Depok, juga menjadi perhatiannya dalam menggali ide batik hasil produksinya.

“Yang kita kembangkan yaitu batik tradisional dengan menggali potensi, nilai, budaya, dan kultur sejarah peradaban di Kota Depok,” jelas Suharno.

Ia menyebutkan, saat ini setidaknya Depok sudah memiliki 10 batik dengan hak paten yang dibuat sejak tahun 2007. Jumlah itu semakin lengkap dengan tambahan 1 batik lagi yang dipatenkan pada tahun 2012 dengan tema, batik One Day No Rice (ODNR) yang menggunakan teknik printing.

“Untuk motif yang sudah dikembangkan Tradjumas sendiri di antaranya, 70 persen dari ikon Kota Depok seperti motif, Gong Si Bolong, Jembatan Panus, maupun Manfish. Sedangkan 30 persennya sisanya, memakai ikon nasional sebagai motif batik. Pelatihan hari ini bagaimana membuat batik tulis dengan ikon Depok,” pungkas Suharno. (Nanda/depok.go.id)

110 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY