Pradi Cuek Makan di Warteg Pakai Jengkol dan Teri

0
95

www.depoktren.com–Wakil walikota Depk Pradi Supriyatna termasuk sosok yang sederhana. Terbukti, ditengah kesibukannya mengahadiri acara undangan warga, tanpa segan-segan makan di warung tegal.

Menurutnya, sudah biasa makan di warteg. Dalam kesempatan tersebut Pradi tanpa dikawal foraider dan hanya mengendarai kendaraan bermotor.

Bahkan, saat memesan makanan dengan bahasa jawa logat betawi kental. “Jengkol sama ikan teri. Kalau saya lebih senang jengkol dan sayuran. Sayurnya, apa aja timun bening atau asem, biasanya kalau habis acara lapar ya langsung makan di warteg. Dari dulu ga berubah, terkadang makan mie rebus,” ujarnya sambil menikmati menu jengkol ditemani Suryadi sahabat karibnya seusai menghadiri acara di Maulud di Masjid Al Hikam, Kukusan, Beji, Depok, Minggu (18/12) malam.

Pradi mengaku, makan di warteg bukan sebagai bagian dari pencitraan. Namun, dirinya melakukannya sejak sebelum menjabat Wakil Walikota. Menurutnya, saat makan di warteg juga sebagai ajang silaturahmi warga dan mendengarkan aspirasinya. Meski suka makan di warteg, dirinya tidak mau makan di warung yang berdiri di trotoar.

“Kalau saya makan di warteg biasanya pake jengkol dan harus dengan sayur. Tapi ingat ya, tidak di warung trotoar ya. Saya tetap seperti dulu, bahkan makan di warteg itu jika dibandingkan dengan zaman dulu, ini lebih baik. Kalau tahun 90-an makan itu saya hanya mampu makan nasi yang seharga Rp 250-an,” ujarnya sambil menikmati teh manis hangat di Warteg.

Suryadi atau Gompal panggilan akrabnya, mengaku tidak heran bila Pradi suka makan di Warteg. Pasalnya, sejak dulu tidak ada jaga imej dan apa adanya. Bahkan, tidak jarang minta diantarkan ke tukang bubur kacang ijo. “Kita dari dulu ya seperti ini, makan bareng-bareng apa adanya. Tidak jaim-jaiman dan menjunjung kebersamaan. Itu kebiasaan dari dulu sampai sekarang. Kalau pas datang acara sampai malam, terus lapar ya kita langsung madang (makan-red). Dia itu kan dari dulu suka mengumpulkan banyak orang, berteman, jadinya ya banyak teman,” jelasnya sembari menikmati menu wateg.

Jam di tangan menujukkan pukul 23.30 WIB dan peru terasa kenyang, akhirnya Pradi membayar makanan dan pulang. “Udah ah, ngantuk, pulang, besok banyak acara,” tandas Pradi. (Aan)

311 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY