Perlindungan Anak Harus Dimulai dari Keluarga

0
74

Rusdy keluarga, azra dan arisdepoktren.com-Dedeh Uum Fatimah, mungkin kini hanya bisa menyesali perbuatannya saja. Kemarin (11/3) di rumahnya di Kampung Cijeungjing RT 05 RW 22, Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ia tega membunuh anaknya yang masih berusia 2,5 tahun. Aisyah Fani tewas ditangan sang ibunda setelah dibenamkan dalam toren air.

Psikolog anak, Seto Mulyadi menyatakan apa yang dilakukan Dedeh kepada anaknya mrupakan kejadian yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. “Kejadian ini diluar akal sehat. Memang banyak faktor yang bisa membuat seorang ibu terganggu kejiwaannya. Untuk itu diperlukan suatu tindakan preventif, pencegahan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak dari kemungkinan orangtua yang terganggu kejiwaannya. Dan tindakan pencegahan ini harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” ujar pemerhati anak-anak ini.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak ini menambahkan, upaya perlindungan pertama terhadap anak-anak di lingkungan keluarga bisa dengan cara mengembangkan pemberdayaan warga melalui Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Kemudian jika dikedua lingkup tersebut tidak bisa ditangani maka Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang akan turun untuk membantu.

“Namun kembali ke kasus Dedeh, jika terbukti dia mengalami masalah kejiawaan, maka Dedeh tidak bisa dituntut secara hukum. Perbuatan pelaku diduga stress dapresi sehingga bertindak diluar logika dan sulit untuk mempertanggungjawabkan perbuatannta. Ini memang sangat disayangkan, apalagi perbuatannya sangat kejam sehingga mengakibatkan anaknya tewas.,” papar Seto Mulyadi.

Sementara itu, Pemerhati Anak dan Perempuan Enni Eryani berharap Dedeh bisa mempertanggungjawabkan perbuatan keji membunuh anaknya secara hukum. “Jika seseorang mengalami gangguan psikis, kelakuannya dibawah alam sadar, ketika sadar maka dia menyesal. Ini tidak bisa ditolerir, harus tetap dihukum. Dia harus pertanggungjawabkan perbuatannya di mata Tuhan dan hukum, jadi tidak perlu perlindungan. Hukum tetap ditegakkan,” pungkas Enni. @tono/rs

624 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY